Pasar Badung Tetap Buka, Masyarakat Tidak Perlu Risau dan Borong Sembako

  • Whatsapp
Pasar Badung tetap buka, masyarakat tidak perlu risau dan borong sembako. Foto: istimewa
Pasar Badung tetap buka, masyarakat tidak perlu risau dan borong sembako. Foto: istimewa

DENPASAR – Pascaberedarnya isu bakal ditutupnya aktivitas di Pasar Badung Kota Denpasar, beberapa waktu yang lalu di media sosial yang cukup meresahkan masyarakat ditanggapi oleh Pemerintah Kota Denpasar. Direktur Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar, AAN Yuliartha, membantah dengan tegas isu yang mengatakan Pasar Badung akan ditutup.

“Hoaks itu, tidak benar Pasar Badung akan ditutup. Pasar Badung tetap buka seperti biasa. Nanti saat Hari Nyepi baru Pasar di tutup sehari,” kata Yuliartha, Sabtu (21/3/2020) di Denpasar.

Bacaan Lainnya

“Isu penutupan Pasar Badung yang terkait virus COVID-19 yang beredar di media sosial beberapa waktu yang lalu tidak benar adanya alias hoaks. Kami memastikan semua pasar rakyat dan pasar tradisional dibawah naungan Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar tetap beroperasi seperti biasa dan baru akan ditutup pada saat Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1942 mendatang,’’ tambahnya.

Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan resah mengenai ketersediaan barang kebutuhan pokok. Kami jamin masih aman dan pendistribusian barang kebutuhan pokok tersebut di seluruh pasar rakyat dan pasar tradisional dibawah naungan Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar tetap lancar dengan harga yang masih stabil meski ada beberapa komoditi barang yang mengalami kenaikan seperti jahe, jahe merah, kunir dan temulawak.

Baca juga :  Triwulan II 2021, Total Aset Bank BPD Bali Tumbuh 8,34 Persen

Sementara pascamerebaknya kasus Covid-19di Indonesia, dituturkan oleh AA Ngurah Yuliartha telah direspon oleh Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar dengan melaksanakan sejumlah aksi pencegahan seperti membentuk tim penanggulangan pencegahan melalui Surat Keputusan Direksi Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar, melakukan spraying disinfektan mulai 8 maret 2020, pemasangan spanduk, banner tentang Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), pengumuman terus menerus melalui pengeras suara di pasar tentang cara menanggulangi penularan Covid-19.

“Kami juga menyiapkan hand sanitizer di pasar-pasar, membuat dan memperbanyak tempat cuci tangan di tempat yang strategis dan mudah di jangkau. Di pasar-pasar juga melakukan pemantauan dan pemeriksaan suhu tubuh bagi pedagang, pegawai dan pelanggan pasar dengan alat thermo scan,” tambah AA. Ngurah Yuliartha. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.