Partisipasi Perempuan di Pilkada di Bali, Begini Pandangan Akademisi

  • Whatsapp
KADEK Dwita Apriani. Foto: Ist
KADEK Dwita Apriani. Foto: Ist

DENPASAR – Stigma perempuan kurang berminat urusan politik, terutama di level mikro, mendapat sanggahan jika melihat tingkat partisipasi dalam pengawasan Pilkada 2020 di Bali. Dari total 5.649 pengawas TPS di enam kabupaten/kota yang melangsungkan pilkada, 1.641 orang di antaranya perempuan. “Bagi saya ini data menarik, karena kita tidak akan melihat data seperti ini ketika misalnya era Orde Baru. Data ini bisa dipakai menggugat hipotesis perempuan itu apolitis atau hanya pakai hak pilih saja,” kata akademisi FISIP Universitas Udayana, Kadek Dwita Apriani, Rabu (18/11/2020).

Dalam pandangan Dwita, angka perempuan sebagai pengawas TPS itu menunjukkan partisipasi perempuan tidak sekadar menggunakan hak pilih, tapi kini juga ada penetrasi ke dalam ranah pengawasan. Dari perspektif gender (rekonstruksi sosial terhadap pembagian peran perempuan dan laki-laki), dia menilai partisipasi perempuan itu sebagai kabar baik. Dalam budaya “ibuisme” seperti galib terjadi saat Orde Baru, terangnya, publik niscaya sulit melihat angka partisipasi perempuan setinggi seperti sekarang.  

Bacaan Lainnya

“Memang data ini kan masih berdiri sendiri, belum ada data pembanding dengan data pemilu tahun lalu atau lima tahun lalu. Tapi tetap menarik, karena karena perempuan ternyata aktif juga di tingkatan mikro. Ini terlepas apakah mereka mengawasi TPS yang dekat rumahnya atau bagaimana,” ulas doktor ilmu politik jebolan Universitas Indonesia tersebut.  

Baca juga :  BRI Peduli, Bali Dibantu 10 Ton Beras

Disinggung angka partisipasinya belum menyentuh sampai 50 persen, Dwita berkata kenaikan tidak harus serta merta seimbang antara perempuan dan laki-laki. Bahkan ketika hanya di 30 persen saja tetap saja menggembirakan. Selama ini, imbuhnya, penelitian politik acapkali “terjebak” melihat partisipasi perempuan dalam level makro seperti di legislatif, eksekutif, komisioner KPU atau Bawaslu. Penelitian di tataran bawah untuk proses elektoral sangat jarang diperoleh.

“Data ini memberi ide baru untuk penelitian, tambah bagus kalau ada data penyanding tahun sebelum-sebelumnya, jadi kita bisa melihat data per kabupaten seperti apa. Apakah ada kenaikan atau penurunan? Sebab-sebabnya apa saja?” ulasnya.

Berdasarkan data di Bawaslu Bali, untuk Pilkada 2020 di Bali terdapat 5.649 TPS dengan setiap TPS diawasi satu pengawas, terdiri dari 1.641 pengawas TPS diisi perempuan, dan 4.008 orang laki-laki. Di Kabupaten Jembrana terdapat 640 TPS dengan 225 pengawas TPS diisi perempuan, di Tabanan ada 1.130 TPS dengan 235 pengawas dilakoni perempuan. Di Badung disediakan 996 TPS dengan 301 di antara pengawas TPS diampu perempuan, di Denpasar terdapat 477 perempuan pengawas TPS dari total 1.202 TPS yang ada.

Di Kabupaten Bangli, partisipasi perempuan sebagai pengawas TPS mencapai 110 orang dari 566 TPS yang dibuat, dan terakhir di Karangasem perekrutan perempuan sebagai pengawas TPS mencapai 293 orang dari 1.115 TPS yang tersedia. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.