KARANGASEM – Menggeliatnya sektor ekonomi pariwisata di sejumlah DTW Karangasem seperti embusan udara segar bagi pelaku pariwisata. Seperti di kawasan DTW Lempuyang, Dusun Purwayu, Desa Tribuana, Karangasem. Sejak menginjak tahun 2022, tingkat kunjungan wisatawan ke Lempuyang naik signifikan, dan ratusan ribu pengunjung datang.
Pemandu wisatawan DTW Lempuyang, Jero Mangku Cara, seizin Bendesa, memaparkan kondisi tingkat kunjungan wisatawan ke Lempuyang yang mengalami peningkatan. “Berdasarkan rekapan petugas di sini, jumlah kunjungan wisatawan di Pura Lempuyang dari tanggal 1 sampai 28 Februari 2022 ada wisatawan domestik 2.723 orang, turis asing 315 orang, totalnya 3.038 orang,” terangnya, Kamis (1/9/2022).
Sebelumnya, dari tanggal 1 sampai 31 Januari 2022 jumlah wisatawan domestik 4.521 orang, warga asing 426 orang, total 4.947 orang. Kunjungan setelah itu terus meningkat, sampai terakhir pada Juli 2022 wisatawan domestik 5.081 orang, turis asing 19.873 orang, dengan total 24.954 orang.
Tarif karcis domestik Rp30 ribu, untuk asing dikenakan Rp55 ribu. Nominal ini sinkron dengan fasilitas yang diberikan berupa kamen dan selendang untuk para wisatawan yang berkunjung.
Di kesempatan terpisah, Ketua Komisi III DPRD Karangasem, I Wayan Sunarta, mengaku segera berancang-ancang menjalin komunikasi dengan pelaku pariwisata terkait kontribusi ke daerah. Sebab, sejauh ini banyak pelaku usaha tidak membayar pajak.
Menurut Sunarta, koordinasi akan dilakukan kepada pihak DTW Lempuyang yang kunjungan wisatawannya cukup tinggi. “Yang mengelola itu desa adatnya dengan cara tata kelola membuat sistem semacam pararemupaya pungutan terhadap pengunjung yang datang. Baru parkir masuk ke pemerintah daerah,” kata Sunarta.
Lebih jauh diuraikan, DTW Lempuyang siap melakukan kerjasama dengan pemerintah. Dewan juga minta tolong agar ketika aturannya sudah keluar untuk minta kontribusi 10 persen ke daerah.
“Nanti kami akan kumpulkan para pengusaha, akan saya tanyakan apa kendalanya (tidak menyetor kontribusi) bersama pihak Dinas Pariwisata juga, jadi tidak satu per satu, langsung bersama-sama membahas supaya tidak saling tuduh,” pungkasnya. nad






















