POSMERDEKA.COM, MATARAM – Bawaslu memasuki usia ke-17 tahun pada tahun 2025. Kendati tidak ada kegiatan politik usai perhelatan Pemilu dan Pileg selesai beberapa waktu lalu, seluruh jajaran pengawas pemilu di Indonesia harus terus mengawal proses demokrasi di wilayahnya masing-masing.
“Jadi, agar eksistensi demokrasi bisa tetap berjalan, maka aktivitas pengawasan, termasuk di luar tahapan pemilu harus terus dilakukan,” ujar Ketua Bawaslu Lombok Barat (Lobar), Rizal Umami, usai memimpin apel HUT ke-17 Bawaslu, Selasa (29/4/2025).
Menurutnya, menjaga eksistensi lembaga Bawaslu melalui berbagai aktivitas pengawasan. Salah satunya lewat peluncuran siniar (podcast), yang tidak lain merupakan salah satu inovasi dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. “Intinya, mengawal demokrasi eggak boleh terhenti meski tahapan pemilu sudah selesai,” tegasnya.
Komisioner Bawaslu Lobar, Syamsul Hadi, menambahkan, tantangan demokrasi ke depan semakin besar. Karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada segmen-segmen masyarakat yang belum tersentuh harus terus diperluas dan digencarkan.
“Mulai hari ini hingga seterusnya, budaya literasi di lingkungan Bawaslu harus terus digalakkan. Di antaranya bagaimana semua divisi untuk terus menciptakan karya tulis, yang dapat dipublikasikan sebagai bentuk kontribusi pengetahuan kepada masyarakat,” serunya.
Syamsul mengakui ada keterbatasan SDM yang kini dimiliki. Meski demikian, hal itu tidak boleh membuat jajaran pengawas pemilu untuk berhenti berkarya. “Budaya menulis harus kita hidupkan kembali. Data dan laporan yang kita miliki adalah aset berharga untuk dikembangkan,” lugasnya menandaskan. rul
























