Ospek Mahasiswa Baru Universitas Mahadewa, Tingkatkan Pendidikan Karakter untuk Melawan Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
OSPEK Universitas Mahadewa Indonesia yang berlangsung secara daring. Foto: alt
OSPEK Universitas Mahadewa Indonesia yang berlangsung secara daring. Foto: alt

DENPASAR – Di masa pandemi Covid-19 yang masih melanda Bali, segala aktivitas harus tetap jalan. Dengan catatan, wajib menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari paparan Sars-CoV-2.

Seperti halnya pembukaan ospek mahasiswa baru Universitas Mahadewa Indonesia. Ospek bertema “Kita Tingkatkan Pendidikan Karakter untuk Melawan Pandemi Covid-19 dengan Mematuhi Protokol Kesehatan” dilaksanakan dalam jaringan (daring).

Bacaan Lainnya

Kendati dilaksanakan daring, namun tidak mengurangi makna kegiatan yang dipusatkan di Auditorium Redha Gunawan. Ospek dibuka Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si, Senin (28/9/2020).

Sejumlah narasumber pun hadir memberikan materi dalam ospek ini. Di antaranya adalah Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang secara khusus memberikan motivasi terkait kiat-kiat menjadi orang sukses hingga pendidikan bela negara.

Rektor Universitas Mahadewa Indonesia, Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum., menyampaikan bahwa ospek ini penekanannya tentang pendidikan karakter untuk bisa bertahan di tengah pandemi ini.

“Selain pendidikan karakter sehingga mereka menjadi contoh figur yang baik di tengah masyarakat, juga para mahasiswa baru diperkenalkan tentang layanan kampus,” jelasnya.

Pihaknya meminta agar para mahasiswa baru mengikuti seluruh aturan yang diberlakukan di kampus, dan pandai mersepon zaman. “Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya, pasti ada. Contohnya, ketika banyak alumni yang dirumahkan di zaman sekarang ini, maka harus dicarikan solusi. Caranya dengan merespon zaman, melakukan bisnis di rumah dengan memanfaatkan IT. Ketika satu pintu tertutup maka pintu lain masih terbuka,” tuturnya.

Baca juga :  Optimalkan Aplikasi Siadek untuk Data Kepemiluan

Sementara Ketua YPLP IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara S.H., M.H., M.Pd., menambahkan bahwa ospek dilakukan secara daring karena mengikuti anjuran pemerintah dan tidak ingin Universitas Mahadewa menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Sementara terkait apakah akan dibuka lagi pendaftaran untuk penerimaan mahasiswa baru, Arthanegara menegaskan, bahwa tidak akan membuka lagi. Kendatipun demikian, pihaknya masih memberikan kesempatan bagi mereka yang belum mendapatkan bangku kuliah untuk melanjutkan di universitas ini.

“Ini merupakan kewajiban kita membantu generasi muda sebagai penerus bangsa,” ujarnya seraya mengungkapkan, Universitas Mahadewa Indonesia sejak dahulu membebaskan uang gedung. Mengingat, gedung telah berdiri megah dan merupakan milik yayasan, sehingga tidak perlu lagi untuk memungut sumbangan uang gedung dari orang tua mahasiswa. 019

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.