KARANGASEM – Mobil pikap DK 8256 TF yang mengangkut sejumlah pamedek dari Pura Besakih oleng dan terbalik di Jalan Kalanganyar, Desa Sibetan, Karangasem pada Senin (23/1/2023). Tak hanya itu, mobil yang terseret usai terbalik turut menghantam sejumlah siswa SD yang baru pulang sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan pamedek asal Kubu, Karangasem tersebut dalam perjalanan pulang usai sembahyang di Pura Dalem Puri Besakih. Saat melintas di lokasi kejadian, mobil hilang kendali, oleng, dan terbalik ke sisi kiri jalan dari arah Selat menuju Kalanganyar. Seluruh penumpang pikap sebanyak 10 orang jatuh, mobil terseret sampai lima meter dan menabrak siswa SD yang berjalan pulang dari sekolah.
“Mobilnya sudah terlihat zigzag dari arah barat dan terguling. Saya berusaha menghindar, tapi kepala saya terbentur, entah kena apa dan langsung terlihat gelap,” tutur Kadek Indra Pratama, salah satu siswa SD yang jadi korban, saat mendapat perawatan di Puskesmas Bebandem.
Menurut salah satu penumpang pikap, Ni Kadek Gemuh, dia menyebut kejadiannya begitu cepat. Tidak tahu apa sesungguhnya terjadi, yang dia ketahui tiba-tiba mobil yang ditumpangi terbalik dan seluruh penumpang terpental keluar.
Kanitreskrim Polsek Bebandem, Ipda I Gede Alit, di kesempatan terpisah mengatakan, berdasarkan data yang diterima, jumlah korban sementara sebanyak 17 orang. 11 orang sopir dan penumpang mobil pikap, dan enam lainnya merupakan siswa SD pejalan kaki. “Beberapa korban dengan luka serius dilarikan ke RS Balimed, yang lain ada yang dibawa ke Puskesmas Bebandem serta ke Puskesmas Selat,” katanya singkat.
Dari pantauan di lokasi kejadian, pecahan kaca dan goresan di jalan aspal bekas kecelakaan pikap DK 8256 TF yang mengangkut rombongan pamedek masih terlihat. Di sisi kiri jalan dari arah Selat menuju Bebandem, tepatnya sekitar 10 meter di timur Balai Banjar Karanganyar, Desa Sibetan, Bebandem masih terlihat bercak darah.
Bisa dipastikan darah berasal dari luka-luka penumpang pikap, dan beberapa siswa SD yang jalan kaki usai pulang sekolah akibat dihantam mobil. Beberapa bekas goresan ditandai dengan cat semprot warna putih.
Sopir pikap, I Wayan Natra, asal Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem terlihat berada di lokasi kejadian setelah sempat mendapat perawatan di Puskesmas Selat. Natra menuturkan, kecelakaan terjadi karena bagian kemudi atau setir kendaraan tidak mampu dikendalikan. Menurutnya, saat itu setir tiba-tiba memutar ke kanan, lalu ke kiri, sampai membuat mobil terseret dan akhirnya terbalik.
“Melaju kecepatan sekitar 60 km per jam, padahal jalan lurus. Tadinya sempat nyalip truk tapi kondisi baik-baik saja. Cuma pas di dekat lokasi kejadian, tiba-tiba saja setir muter ke kanan lalu ke kiri, saya tidak sanggup mengendalikan,” ungkap Natra dengan kondisi yang masih syok, sebelum akhirnya dia masuk ke dalam kendaraan Satlantas Polres Karangasem. nad
























