Nyepi, Bandara Ngurah Rai Ditutup 24 Jam, 386 Penerbangan Tak Beroperasi

  • Whatsapp
PENGHENTIAN operasional Bandara Ngurah Rai terkait Nyepi akan dilaksanakan selama 24 jam, terhitung mulai dari Rabu, 25 Maret 2020 pukul 06.00 Wita. Bandara Ngurah Rai akan kembali beroperasi secara normal kembali pada Kamis, 26 Maret 2020 pukul 06.00 wita. Foto: istimewa
PENGHENTIAN operasional Bandara Ngurah Rai terkait Nyepi akan dilaksanakan selama 24 jam, terhitung mulai dari Rabu, 25 Maret 2020 pukul 06.00 Wita. Bandara Ngurah Rai akan kembali beroperasi secara normal kembali pada Kamis, 26 Maret 2020 pukul 06.00 wita. Foto: istimewa

MANGUPURA – Pada pelaksanaan Nyepi, Bandara Ngurah Rai, Bali akan menutup sementara operasional kebandarudaraan dan tidak akan melayani penerbangan selama 24 jam. Penghentian operasional bandara ini terhitung mulai Rabu (25/3/2020) pukul 06.00 Wita dan akan beroperasi kembali secara normal pada Kamis (26/3/2020) pukul 06.00 Wita.

Sedikitnya 386 jadwal penerbangan yang tidak beroperasi dari Bandara Ngurah Rai. Dari data tersebut sebanyak 272 penerbangan di antaranya merupakan rute domestik, sedangkan 114 penerbangan adalah rute internasional. Jumlah tersebut turun drastis, jika dibandingkan saat pelaksanaan Nyepi tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Saat itu total ada 468 jadwal penerbangan yang tidak beroperasi di bandara Ngurah Rai. Dimana 261 diantaranya merupakan penerbangan rute domestik dari dan ke Bali serta 207 penerbangan rute internasional.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai, Herry AY Sikado menerangkan, merupakan langlah rutin yang diambil untuk menghormati umat Hindu di Bali, agar dapat melaksanakan ibadah secara khusyuk pada Hari Raya Nyepi. “Seluruh maskapai yang beroperasi dengan penerbangan berjadwal telah melakukan penyesuaian, tentunya dengan tidak melakukan penjualan tiket penerbangan dari dan ke Bali,” ujarnya.

Baca juga :  KONI Bali Temui Gubernur Koster Terkait Penundaan Porprov 2021

Dipaparkannya, selama pelaksaan Nyepi kali ini, maskapai pelat merah Garuda Indonesia yang menjadi maskapai dengan jumlah penerbangan terbanyak yang tidak beroperasi. Total maskapai Garuda Indonesia memiliki penerbangan sebanyak 78 penerbangan, disusul Lion Air 57 penerbangan dan Indonesia Air Asia 52 penerbangan.

Sementara untuk rute domestik penerbangan terbanyak yang tidak beroperasi berasal dari rute dari dan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Jakarta, yaitu 107 penerbangan. Disusul rute dari dan ke Bandar Udara Internasional Juanda (SUB) di Surabaya sebanyak 32 penerbangan dan Bandar Udara Internasional Lombok Praya (LOP) dengan 22 penerbangan.

Untuk rute internasional, tiga besar rute dengan jumlah penerbangan yang tidak beroperasi adalah rute dari dan ke Bandar Udara Internasional Changi (SIN) di Singapura dengan 34 penerbangan, serta Bandar Udara Internasional Perth (PER) dan Bandar Udara Internasional Melbourne (MEL) di Australia, dengan masing-masing 12 dan 10 penerbangan.

Sebelumnya, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Airnav terkait pengaturan jadwal penerbangan. Notice to Airmen atau NOTAM dengan Nomor A4678/19 NOTAMN yang berisi pemberitahuan kepada seluruh maskapai penerbangan dan bandar udara di dunia, bahwa Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan menghentikan sementara operasional penerbangan selama pelaksanaan Nyepi, selama 24 jam. Di samping berdasarkan NOTAM Nomor A4678/19 NOTAMN yang dikeluarkan pada 20 Desember 2019 tersebut, penghentian operasional bandar udara selama Hari Raya Nyepi tersebut juga berlandaskan pada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU/2696/DAU/223168/1796/99 tanggal 1 September 1999 tentang Pengoperasian Bandara Ngurah Rai Bali pada Hari Raya Nyepi. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.