Nihil Siswa, Dua SMP Satap Terancam Diregrouping

KADISDIKPORA Bangli, I Komang Pariartha. Foto: ist

BANGLI – Belum bisa menempatkan tenaga pendidik, dua SMP Satu Atap (Satap) yakni SMP Satap 6 Kintamani di Desa Subaya; dan SMP Satap 7 Kintamani di Banjar Bunut, Desa Terunyan, Kecamatan Kintamani, sejak beberapa tahun tidak mendapat siswa, termasuk tahun ini. Kedua sekolah terancam diregrouping bila penempatan tenaga pendidik menemui jalan buntu.

Kadisdikpora Bangli, I Komang Pariartha, Rabu (13/7/2022) mengakui dua SMP Satap tersebut tidak mendapat siswa baru sejak beberapa tahun. Kondisi ini karena instansinya belum bisa menempatkan tenaga pendidik di sekolah tersebut. “Kami belum bisa menyediakan tenaga pendidik di sana,” dakunya.

Read More

Disinggung lulusan SD wilayah tersebut, Pariartha menyebut mereka terpaksa melanjutkan ke sekolah lain yang jaraknya cukup jauh. Lulusan SD di Desa Subaya misalnya, harus bersekolah ke SMPN 7 Kintamani yang lokasinya ada di Desa Sukawana. Jarak dari Subaya ke SMPN 7 Kintamani lebih dari lima kilometer.

Lulusan SD di Banjar Bunut, Desa Terunyan sebanyak 14 orang melanjutkan ke tiga SMP berbeda, yakni SMP Satap di Tianyar, Karangasem; SMP di Kubutambahan, Buleleng; SMP 2 Bangli dan SMP 5 Bangli.

Mengenai masa depan dua SMP Satap tersebut, Pariartha mengaku masih akan mengupayakan menempatkan tenaga pendidik ke sana. Namun, jika tidak bisa dilakukan, maka ada kemungkinan sekolah tersebut bakal diregrouping. “Semuanya masih kami kaji dan masih carikan solusinya, agar siswa dapat menempuh pendidikan,” urainya menandaskan. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.