Ngerebeg, Warga Kawan-Cempaga Padati Catus Pata

RIBUAN krama Desa Adat Kawan dan Cempaga memadati perempatan Catus Pata Bangli, Sabtu (18/6/2022). Foto: ist

BANGLI – Setelah tiga kali hari raya Kuningan tidak melaksanakan ngerebeg, ritual itu kembali dilaksanakan. Ribuan krama Desa Adat Kawan dan Cempaga memadati perempatan Catus Pata Bangli, Sabtu (18/6/2022).

”Ritual ini makna menetralisir Bhuana Agung dari segala bentuk energi negatif, dengan harapan tetap terpelihara kesukertaan palemahan, pawongan dan parahyangan,” terang Ketua PHDI Bangli, I Nyoman Sukra, Minggu (19/6/2022).

Bacaan Lainnya

Sukra menguraikan, di Bangli mungkin satu-satunya yang punya pura dalem menempati empat penjuru arah mata angin.

Di arah timur Pura Dalem Cungkub Pegringsingan yang di-empon warga Banjar Geria, di arah selatan ada Pura Dalem Penunggekan yang di-empon warga Banjar Blungbang, Pura Dalem Purwa di arah barat di-empon warga Banjar Kawan, dan di utara ada Pura Dalem Gede Selaungan yang di-empon warga Banjar Pande, Kelurahan Cempaga.

Rutin setiap Kuningan secara bersamaan dilaksanakan upacara ngerebeg di Catus Pata. “Setelah PPKM Level 1, kini kembali dilaksanakan dengan diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan. Melalui upacara ngerebeg ini kita mohon agar masyarakat Bangli khususnya, dan Bali bahkan Indonesia, agar wabah pandemi cepat berlalu menjadi endemi,” ujarnya.

Pantauan di tempat pelaksanaan, ribuan kramapengemong dari masing-masing Pura Dalem itu hadir mengiringi sesuhunan berupa Barong Macan, Barong Ket, Barong Sampi maupun Rangda yang diusung ke Catus Pata.

Pengemong berdatangan sebelum dilaksanakan upacara, termasuk warga yang bertujuan menonton upacara ngerebeg. Tetabuhan gong dari masing-masing sesuhunan menambah khusyuk persembahyangan di Catus Pata.

Setelah selesai, sesuhunan Dalem Penunggekan kembali ke arah selatan lalu mengitari Catus Pata menuju perempatan Narasinga di sebelah utara Alun-alun Bangli.

Sementara sesuhunan Dalem Purwa, Dalem Gede Selaungan serta Dalem Cungkub Pegringsingan menuju ke arah utara, juga dilaksanakan upacara di perbatasan Banjar Pande dengan Banjar Cempaga, lalu kembali ke Pura Dalem masing-masing. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses