Nasrudin Tuding Elite Gerindra Intervensi Banyak Hal

Nasrudin dan Sudirsah Sujanto. Foto: ist
Nasrudin dan Sudirsah Sujanto. Foto: ist

KLU – Munculnya isu pergantian posisi Ketua DPRD Lombok Utara yang saat ini dijabat Nasrudin untuk digantikan Artadi, kian menunjukkan struktur kepengurusan DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Utara (KLU) sedang tidak baik-baik saja. Sinyalemen tersebut dilontarkan mantan Sekretaris DPC Partai Gerindra Lombok Utara, Nasrudin, Selasa (19/4/2022). Dia juga terang-terangan menuding mantan Ketua DPC Partai Gerindra KLU yang saat ini menjabat Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK), Sudirsah Sujanto, sebagai penyebabnya.

Intervensi Sudirsah, sebutnya, termasuk merencanakan perubahan posisi Ketua di DPRD Lombok Utara yang diampu Nasrudin. “Itu menambah keyakinan publik bahwa kisruh di internal Partai Gerindra Lombok Utara sedang terjadi,” serunya. 

Bacaan Lainnya

Nasrudin yang juga Ketua Dewan Pembina/Penasihat DPC Partai Gerindra KLU blak-blakan mengungkapkan tidak akan mendukung Sudirsah saat mencalonkan diri kembali pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 nanti. Dia akan lebih memilih kader lainnya di Dapil Lombok Barat-KLU.

Sebagai bagian dari partai koalisi pendukung pemerintahan, Sudirsah dianggap terlalu mengintervensi segala hal, dan tidak menganggap kader yang lain ada. Salah satunya terlihat selama dua tahun jalannya pemerintahan “Joda Akbar”, Wakil Bupati KLU, Danny Karter Pebrianto Ridawan, yang kini Ketua DPC Partai Gerindra, cenderung “dipaksa menganggur” karena tidak diberi peran apapun. Intervensi Sudirsah hampir di segala bidang.

Baca juga :  SLB Negeri 1 Gianyar Terapkan PTM Bertahap dan Daring

Nasrudin menegaskan, selaku kader pertama membawa Gerindra ke Lombok Utara, dia mengaku sangat prihatin dengan dinamika yang terjadi saat ini. Akhir-akhir ini gerakan pengurus DPC Gerindra cenderung stagnan, karena terlalu ketatnya intervensi Sudirsah. 

“Ketua OKK seharusnya mengurusi pengurus provinsi saja, tapi sekarang ini seakan berkuasa penuh sampai Ketua DPC tidak diberi peran. Struktur kepengurusan Partai Gerindra di KLU ini tidak berjalan selama ini karena intervensi oleh OKK,” tudingnya tanpa merinci lebih jauh.

“Saya menegaskan tidak akan mendukung Ketua OKK di Pileg 2024 nanti. Namun, untuk perjuangan memenangkan Prabowo di Pilpres, saya akan tetap berjuang,” lugasnya memungkasi obrolan.

Di tempat terpisah, Sudirsah Sujanto yang dimintai tanggapan atas tudingan itu, enggan mengomentari pernyataan Nasrudin. Bagi Sudirsa, dia tidak ingin persoalan di internal partai menjadi polemik yang dikonsumsi publik dan berdampak terhadap partai. fik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.