Makan Korban Jiwa, Polsek Sukawati Tutup Galian C Batu Padas

GALIAN C di wilayah Sukawati ditutup permanen. Foto: adi

GIANYAR – Setelah memakan korban jiwa, galian C batu padas di Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Sukawati ditutup permanen. Penutupan dilakukan dengan pemasangan spanduk oleh Polsek Sukawati, Selasa (19/4/2022).

Kapolsek Sukawati, Kompol I Made Ariawan P, mengatakan, penutupan dilakukan dengan memasang dua spanduk yang isinya penutupan penambangan tanpa Izin (Stop Illegal Mining). Selain itu, pihaknya juga mengumpulkan dan mendata para pemilik lahan, pemilik lahan kontrakan dan buruh.

Bacaan Lainnya

Para pencari batu padas diberi pengarahan dan peringatan untuk tidak kembali melakukan pencarian batu di areal Subak Petanu, karena tidak memiliki izin tambang.

Menurutnya, selama ini galian C batu padas tersebut menjadi tempat mengeruk pundi-pundi rupiah oleh sejumlah pengusaha. Sedikitnya ada delapan pengusaha yang mengontrak lahan itu untuk galian meski tanpa izin.

“Dari Polsek Sukawati pada intinya menyampaikan, kami tidak menghambat pencarian nafkah dan penghasilan dari para pengusaha galian batu padas. Namun, harus mematuhi peraturan pemerintah dengan memiliki izin atau mengurus izin tambang batu padas, mengingat adanya peristiwa longsor yang mengakibatkan buruh tambang batu padas meninggal pada Sabtu, 16 April 2022 lalu,” terangnya.

Baca juga :  Legislatif Dukung Rencana Pengalihan Arus Lalin ke Kintamani

Ariawan menegaskan, berkaca dari musibah itu, dia mengingatkan para penambang tidak melakukan aktivitasnya kembali. Sebab, situasi di lokasi penambangan sangat berbahaya, dan ada kemungkinan akan kembali terjadi longsor. Makanya polisi menutup penambangan batu padas itu.


Jika di kemudian hari ditemukan ada aktivitas penambangan lagi, dia akan menyerahkan ke Unit Tipiter Satreskrim Polres Gianyar untuk ditindak lanjuti.

Perwakilan pengusaha pemilik lahan penambangan batu padas yang dikumpulkan, I Ketut Gelan, menyampaikan banyak terima kasih kepada Polsek Sukwati yang memberi arahan terkait adanya longsor yang menyebabkan buruh tewas itu.

“Kami sampaikan terima kasih telah mengarahkan untuk mengurus izin, dan penutupan penambangan pencarian batu padas di subak Petanu. Kami terima dengan baik dan mematuhi peraturan pemerintah,” janjinya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.