POSMERDEKA.COM, MATARAM – Ketum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, buka suara soal Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Bali dan NTB ke-11 ditunda karena dia tidak bisa hadir. Menteri ESDM ini menegaskan, dia tak bisa menghadiri Musda di provinsi Bali dan NTB, lantaran ada rapat terbatas (ratas) hingga mendampingi Presiden Prabowo Subianto.
“Iya, itu karena saya lagi ratas dan mendampingi acara Pak Presiden Prabowo. Gimana saya mau musda?” kata Bahlil melalui pesan tertulis yang diterima wartawan, Sabtu (24/5/2025).
Bahlil belum mengetahui sampai kapan Musda Golkar NTB dan Bali tersebut ditunda. Hanya, dia menegaskan akan lebih mendahulukan urusan pemerintahan. “Sampai nanti waktunya kita sampaikan, kan kita harus mendahului kepentingan negara,” sambungnya menegaskan.
Musda Golkar NTB ke-11 semula dijadwalkan digelar di Kota Mataram pada 24 Mei 2025. Sekretaris DPD Partai Golkar NTB, Firadz Pariska, sebelumnya mengatakan, alasan penundaan karena Bahlil Lahadalia berhalangan menghadiri acara tersebut. Bahlil disebut ada kegiatan negara hingga mendadak mewakili Presiden Prabowo Subianto pada kegiatan kenegaraan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menurutnya, Bahlil berkeinginan menghadiri Musda Golkar di berbagai daerah, termasuk di Provinsi NTB. Hal itu sesuai dengan komitmen awal Bahlil yang ingin hadir untuk menyapa seluruh kader Golkar di Indonesia saat pelaksanaan Musda.
Firadz membantah penundaan Musda Golkar NTB karena terkait unsur politis, yakni adanya kompetisi antara Ketua DPD Partai Golkar NTB petahana, Mohan Roliskana, dengan Indah Dhamayanti Putri. rul






















