Musda Dimulai, Ketua Demokrat NTB Tetap Dipilih Pusat

  • Whatsapp
KETUA BPOKK, Herman Khaeron; didampingi Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri (kanan), saat memberi keterangan pers usai membuka Musda IV Demokrat NTB. Foto: rul

MATARAM – DPD Partai Demokrat NTB akhirnya menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV, yang menjadi langkah awal mencari Ketua DPD mendatang, di Hotel Golden Palace, Mataram, Senin (20/12/2021).

Musda dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, secara virtual. Sementara secara offline atau langsung dihadiri Ketua BPOKK, Herman Khaeron, anggota Fraksi Demokrat, para ketua DPC serta pengurus DPD.

Bacaan Lainnya

Ketua Pelaksana Musda IV, Mahsan, mengatakan, Musda disiapkan untuk memudahkan konsolidasi merealisasikan 10 program Demokrat di NTB. Dia menegaskan, Musda ini belum memutuskan siapa yang akan menjadi Ketua DPD Partai Demokrat NTB, melainkan hanya melakukan verifikasi syarat dukungan para calon ketua.

Untuk sementara ada dua calon yang diumumkan BPOKK DPP Partai Demokrat, yakni Bupati Lotim, Sukiman Azmi; dan Indra Jaya Usman (IJU). IJU mengantongi tujuh suara dukungan DPC, yakni Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Lombok Tengah (Loteng), Sumbawa, KSB, Dompu, Kota Bima dan KLU.

Di seberang, Sukiman Azmi mengantongi dukungan empat suara DPC, yakni Kota Mataram, Kabupaten Bima, Lombok Timur (Lotim) dan DPD Demokrat Provinsi NTB.

Kendati peta suara itu jelas mengerucut, tapi hingga hari pelaksanaan Musda hal itu bisa berubah. Mekanisme verifikasinya adalah memanggil ketua DPC atau pemilik suara lainnya yang didaftarkan sebagai syarat dukungan.

Baca juga :  Sama-sama Tambah 5 Pasien Sembuh dan Positif Covid-19 di Denpasar

Setelah verifikasi dukungan, calon yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai Ketua akan diusulkan ke DPP, dan ditetapkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.

“Jadi, di Musda nanti kita tidak langsung memilih ketua, tapi hanya menetapkan calon ketua yang memenuhi syarat saja,” ujar Ketua BPOKK, Herman Khaeron, dalam sambutannya.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB (demisioner), TGH Mahally Fikri, mengungkapkan rasa bangga telah mengiringi kebesaran Demokrat. Apalagi banyak yang memprediksi Demokrat akan turun di NTB.

“Tapi, berbagai pandangan itu berhasil kami tepis dengan Demokrat tetap mampu mempertahankan eksistensinya sebagai partai besar di NTB,” seru Mahally.

Terkait keraguan sejumlah pihak yang memprediksi dia akan pindah partai, dia tegas membantah sekaligus menegaskan tetap bertahan. Tengara Mahally akan pindah menyusul gerbong ormas Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) yang kini banyak pindah ke Partai Nasdem, mengikuti jejak Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah.

“Kalau ada yang tanya soal kelanjutan saya, sekarang saya jawab bahwa jangan pernah tanyakan kapan saya akan keluar dari Partai Demokrat. Tapi (sebaiknya) tanyakan kapan saya akan mati bersama Demokrat,” lugas Mahally disambut tepuk tangan para kader Demokrat yang hadir. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.