DENPASAR – Sebanyak 360 siswa baru SMPN 9 Denpasar mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sejak, Senin (11/7/2022). Pada Kamis (14/7/2022) MPLS ditutup Plt Kepala SMPN 9 Denpasar, Dra. Ni Wayan Raiyani, M.Pd., ditandai dengan penyerahan tanaman pada masyarakat sekitar Desa Sanur Kauh.
MPLS di SMPN 9 Denpasar berjalan baik dan lancar dengan kehadiran 100 persen. Penyerahan tanaman selain untuk meningatkan kolaborasi aset atau modal sekolah dengan masyarakat sekitar, sekaligus untuk membentuk pribadi positif.
Juga diartikan guna mengajak masyarakat menyadari pentingnya penanaman pohon di lingkungan sekitar. Kegiatan ini mengajarkan betapa pentingnya pasokan oksigen bagi seluruh mahluk hidup.
Ketua Panitia MPLS I Komang Agus Ugrasena, S.Pd., mengatakan, MPLS di SMPN 9 Denpasar dilaksanakan selama empat hari mulai 11-14 Juli 2022. MPLS kali ini mengacu kepada tema sentral “Mewujudkan Sekolah Hebat Menuju Denpasar Maju” dengan subtema “Melalui MPLS Kita Ciptakan Profil Pelajar Pancasila yang Berwawasan Budaya Lingkungan dan Adaptif dengan Perkembangan Global”. MPLS dibatasi pukul 13.00 Wita.
Yang menarik, peserta MPLS dibagi dalam sembilan kelompok dengan nama kelompok mengarah pada semangat melahirkan Profil Pelajar Pancasila. Yaitu, Kelompok Pancasila, Beriman, Bertaqwa, Berakhlak Mulia, Kreatif, Mandiri, Gotong Royong, Berkebhinekaan Global, dan Kelompok BerpikirKritis/Bernalar Kritis.
Raiyani menambahkan, materi MPLS diisi dengan pengenalan staf management dan guru-guru yang tujuannya agar siswa mampu mengenal seluruh warga sekolah. Berikutnya, pengenalan lingkungan dan fasilitas sekolah agar siswa mengenal lingkungan dan fasilitas sekolah sehingga dapat beradaptasi (mandiri).
Juga dikenalkan visi dan misi sekolah, program, kegiatan dan cara belajar. Ini bertujuan untuk mengenalkan sekolah lebih dalam sehingga terbentuk keselarasan dalam mencapai tujuan bersama yakni mandiri, berpikir kritis, dan kreatif.
Berikutnya, pengenalan jiwa semangat nilai-nilai Pancasila. Bertujuan membentuk siswa dengan Profil Pelajar Pancasila. Juga sosialisasi terkait kesehatan dan pla hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekolah, agar siswa mampu mengaplikasikan PHBS dan hidup sehat.
MPLS menghadirkan pemateri di antaranya, Tim Komunikator JSN”45 Stispol Wirabhakti, Puskesmas Denpasar Selatan II, BNN Kota Denpasar, dan Polsek Sanur. Tahun ini, ditambah parade Paskibra IX, serta penghangat suasana dengan mengajak siswa senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Siswa baru diperkenalkan yoga, setop perundungan atau lebih dikenal dengan nama bullying, pengenalan jenis ekstrakurikuler, dan hipnotheraphy (fokus belajar). Yang menarik, MPLS tak hanya diikuti siswa baru, juga diikuti MPLS untuk siswa kelas VIII dan IX pada Rabu (13/7/2022) selama dua jam.
Raiyani menyebut, tujuannya untuk menegaskan kembali kepada siswa kelas VIII dan Kelas IX tentang tat tertib sekolah, cara belajar, adaptasi dengan lingkungan sekolah pada kehidupan adaptasi kebiasaan baru di dalam pembelajaran tatap muka. Mengingat mereka selama dua tahun terakhir belajar secara daring atau PJJ.
Ke depan Raiyani ingin mengantarkan SMPN 9 Denpasar menjadi sekolah unggulan. Pertama, menjadi sekolah unggulan budaya lingkungan. Kedua, meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik. tra






















