Motif Pembunuh Mintaning, Pengakuan Pelaku karena Sakit Hati

  • Whatsapp
YONI Jatmiko (memakai baju tahanan) saat digiring anggota polisi, di Mapolres Buleleng. Foto: rik
YONI Jatmiko (memakai baju tahanan) saat digiring anggota polisi, di Mapolres Buleleng. foto: rik

BULELENG – Yoni Jatmiko alias Yoni (29) yang membunuh Ketut Mintaning alias buk Mintan (64) yang tinggal di Jalan Pulau Natuna, Kelurahan Penarukan, Buleleng, tertunduk ketika digelandang polisi di Mapolres Buleleng. Pelaku nekat menghabisi nyawa nenek tersebut karena sakit hati dikatai c*c*ng oleh korban Mintaning.

Yoni yang buruh asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) ini tinggal sementara tidak jauh dari warung korban, sekaligus lokasi korban Mintaning ditemukan tewas di dalam kamar tidurnya.

Bacaan Lainnya

Dihadapan polisi, Yoni mengaku tidak berniat untuk menghabisi nyawa korban. Hanya saja ia ingin memberi pelajaran kepada korban Mintaning yang sempat berkata kasar dengan bahasa c*c*ng saat ia membeli teh di warung milik korban.

“Saya hanya kasi pelajaran saja. Karena saat belanja saya disebut c*c*ng. Saat belanja saya pakai uang Rp50 ribu, tapi cuma belanja dikit. Itu langsung saya dibilang c*c*ng, artinya itu kan anjing. Itu kasar sekali bagi saya,” ucap Yoni, Senin (19/4/2021).

Lantaran sakit hati, Yoni pun nekat mendatangi warung korban, pada Minggu (28/3/2021) pukul 02.00. Saat masuk ke rumah korban, Yoni pun memanggil korban, namun tidak ada reaksi. Karena tidak ada reaksi, pelaku menendang pintu kamar korban. Korban terbangun dan marah-marah dan berteriak minta tolong.

Baca juga :  Antusias Tinggi, Pendaftaran PIP Tahap 2 Ditutup Lebih Awal

“Saya bermaksud menyuruh dia diam, tapi dia malah teriak. Jadi saya menampar dia agar diam. Tapi dia malah jambak rambut saya dan reflek saya dorong dia hingga jatuh. Karena takut melihat jari tangan masih bergerak, saya ikat dia dan sumpal mulutnya pakai kain,” ungkap Yoni.

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Dewa Ketut Darma Aryawan, mengatakan, kasus pembunuhan ini murni dendam pelaku terhadap korban. Mengingat, beberapa perhiasan yang dipakai korban masih utuh. “Kami berhasil menangkap pelaku berkat hasil penyelidikan dan berkat rekaman CCTV yang ada disekitar lokasi,” kata Kompol Dewa Darma.

Yoni diamankan polisi saat berada di rumah bedeng bangunan ruko tempatnya bekerja yang hanya berjarak kurang lebih 20 meter dari lokasi kejadian. Saat diintrogasi, pelaku kemudian mengakui perbuatannya telah membunuh Mintaning.

“Pelaku mendorong tubuh korban hingga jatuh dilantai kamar dan kepala bagian belakang terbentur lantai, karena melihat tangan korban bergerak, pelaku mengikat tangan korban, setelah itu pelaku kabur meninggalkan korban dan kembali ke rumah bedeng. Jadi ini murni karena dendam,” pungkas Dewa Darma.

Akibat perbuatannya, Yoni Jatmiko terancam dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.