Monitoring SPMB SMP Negeri, DPRD Kota Denpasar Sambangi SMPN 6 dan 7 Denpasar

KOMISI I dan Komisi IV DPRD Kota Denpasar, Rabu (9/7/2025) melakukan pemantauan pelaksanaan SPMB di SMPN 6 Denpasar dan SMPN 7 Denpasar. Foto: ist
KOMISI I dan Komisi IV DPRD Kota Denpasar, Rabu (9/7/2025) melakukan pemantauan pelaksanaan SPMB di SMPN 6 Denpasar dan SMPN 7 Denpasar. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Guna memantau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri tahun ajaran 2025/2026, Komisi I dan Komisi IV DPRD Kota Denpasar, Rabu (9/7/2025) melakukan kunjungan kerja ke dua sekolah. Kedua sekolah yang disambangi yakni SMPN 6 Denpasar dan SMPN 7 Denpasar.

Wakil Ketua III DPRD Kota Denpasar, I Made Oka Cahyadi Wiguna, yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan tujuan monitoring yang dilakukan DPRD berkenaan dengan SPMB tahun ini. Tiada lain untuk melihat pelaksanaannya apakah sudah berjalan sesuai dengan juklak dan juknis yang ada. “Kami harap panitia bisa melaksanakan tugas secara baik dan maksimal sebagai penyelenggara SPMB,” ucap Oka.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gde Wibawa, berharap agar proses SPMB ini berjalan dengan baik sesuai regulasi yang ada sampai dengan tahap akhir nanti. Ia menekan sekolah agar melaksanakan proses yang ada sesuai aturan. “Mari kita kawal proses SPMB ini, jangan sampai ada dusta di antara kita, dan semoga pendidikan di Kota Denpasar bisa menjadi contoh,” katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar, I Wayan Duaja, menambahkan, kegiatan monitoring ini bukanlah untuk tidak mencari-cari kesalahan. Tetapi meminimalisasi kesalahan yang mungkin terjadi sehingga tidak mencederai keadilan bagi masyarakat dalam proses SPMB. Ia pun berpesan kepada panitia SPMB, “Ikuti saja juklak dan juknis yang ada.”

Harapan senada disampaikan sejumlah anggota DPRD Kota Denpasar yang ikut serta dalam kunjungan tersebut. Diharapkan panitia khususnya operator SPMB di masing-masing sekolah bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Semua pihak terkait, termasuk Disdikpora, diharapkan berkomitmen mewujudkan pelaksanaan SPMB yang benar-benar transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, Eko supriadi, menegaskan pentingnya memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai aturan yang ada sehingga kepercayaan masyarakat pun meningkat terhadap pemerintah. Operator sekolah, lanjutnya, memiliki peran kunci dalam kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan SPMB. Mereka bertanggung jawab atas verifikasi data, pengelolaan sistem, dan memberikan informasi yang akurat kepada calon siswa dan orang tua.

Hal ini juga ditegaskan oleh Anggota Komisi I, Yonathan Andre Baskoro. “Kepada warga masyarakat kami tegaskan, selaku DPRD kami ingin SPMB ini berjalan fair, jujur, tidak ada titip-titipan. Tugas kami di sini adalah mengawal prosesnya. Kami harapkan panitia dan operator juga fair, transparan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Kepala SMPN 6 Denpasar, Ni Nyoman Suci, dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kunjungan DPRD. Dia menyatakan komitmennya untuk melaksanakan SPMB sesuai aturan. Sekolah ini memiliki kuota siswa baru sebanyak 440 orang yang terbagi ke dalam 11 rombel. “Hari ini jalur prestasi di hari terakhir. Pendaftar sangat membeludak, bahkan pendaftar di SMP 6 sudah mencapai 400 orang,” ungkapnya.

Kepala SMPN 7 Denpasar, I Wayan Sugianta, mengatakan tahun ini sekolahnya menerima sebanyak 360 siswa baru. Dalam pelaksanaan SPMB ini pihaknya melibatkan 8 orang operator. “Sampai saat ini tidak ada kendala berarti. Memang banyak orang tua yang datang ke sekolah menanyakan soal pendaftaran, sehingga kami siagakan posko informasi,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Denpasar, AA Putu Gede Astara, dalam kesempatan itu menyampaikan, pelaksanaan SPMB tahap pertama ini adalah untuk jalur prestasi. Dikatakan, kendala-kendala yang dihadapi sekolah sudah dikoordinasikan dengan di dinas. Terkait jumlah operator di tiap sekolah, kata dia, sangat bergantung pada kebutuhan sekolah. “Paling minimal ada 7 operator atau sesuai kebutuhan pihak sekolah,” imbuhnya.

Lebih lanjut Astara mengatakan, dalam tahun ajaran 2025/2026, SMP negeri di Kota Denpasar yang kini sudah berjumlah 17 sekolah, siap menerima sebanyak 5.880 siswa baru. “Khusus untuk SMP 17 akan menerima 7 kelas, akan dititip proses pembelajarannya di SMP 14 sampai pembangunan gedung SMP 17 selesai, baru kita pindahkan. Ditargetkan akhir tahun ini pembangunan gedung sudah rampung,” katanya. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses