Misterius, Penyebab Keracunan Ratusan Siswa SMPN Satap Tambakan, Hasil Lab Tidak Ditemukan Zat Berbahaya

KONDISI para siswa yang mengalami keracunan saat berada di IGD RSUD Buleleng, yang terjadi beberapa waktu lalu. Foto: rik

BULELENG – Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal yang dialami ratusan siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap (Satap) II di Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, beberapa waktu lalu, telah keluar belum lama ini.

Berdasarkan hasil dari pihak Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Denpasar, sisa makanan yang dijadikan sampel dalam uji laboratorium itu menyatakan tidak ditemukan ada zat-zat berbahaya terkandung dalam makanan yang sempat dikonsumsi ratusan siswa sebelum terjadinya insiden dugaan keracunan tersebut.

Read More

Kasihumas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya, mengatakan, sebelumnya dari Dinkes Buleleng bersama Polres Buleleng sudah mengirim sampel makanan dan alat yang digunakan memasak ke pihak Balai POM Denpasar. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya tidak ditemukan adanya zat-zat berbahaya terkandung dalam makanan tersebut.

‘’Semua sampel makanan maupun muntahan anak-anak termasuk alat digunakan untuk memasak sudah diperiksa. Semua hasilnya, tidak ditemukan ada zat berbahaya yang menjadi penyebab anak-anak siswa di Tambakan keracunan,’’ kata AKP Sumarjaya, Rabu (29/6/2022).

Melihat hasil dari Balai POM itu, AKP Sumarjaya pun tak menampik, penyebab keracunan ratusan siswa di SMPN Satu Atap II di Desa Tambakan kini misterius. Meski demikian, Polsek Kubutambahan bersama Polres Buleleng tetap melakukan penyelidikan untuk bisa mengungkap penyebab keracunan tersebut.

‘’Penyebabnya masih dalam tahap penyelidikan, karena semua saksi sudah diperiksa baik itu penjual sayur, tukang masak, penjual snack, guru maupun murid. Ya kami harap, kalau ada yang menemukan bukti baru ya silahkan sampaikan. Yang jelas, penyelidikan tetap jalan,’’ pungkas AKP Sumarjaya.

Sebelumnya, kegiatan perpisahan, kenaikan kelas dan pembagian raport siswa di SMPN Satu Atap II di Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Sabtu (4/6/2022) berujung petaka. Ratusan siswa mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan yang disantap diperoleh dari panitia di sekolah tersebut.

Peristiwa keracunan massal ini berawal dari, siswa di SMP Negeri Satu Atap II yang ada di wilayah Desa Tambakan menggelar acara perpisahan, menaikan kelas dan pembagian raport siswa. Setelah acara, pantia sekolah membagikan snack dan nasi Bungkus kepada para siswa.

Usai makan, sekitar pukul 12.30 wita, para siswa pulang ke rumah masing-masing. Namun sekitar pukul 13.00 wita, beberapa siswa mengalami gejala mual, sakit perut, muntah dan kepala pusing serta salah satu siswa tidak sadarkan diri hingga dibawa oleh orangtuany ke rumah sakit di wilayah Buleleng. rik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.