Menparekraf Upayakan Percepatan Distribusi Dana Hibah Pariwisata dan BIP

  • Whatsapp
MENPAREKRAF Sandiaga Salahuddin Uno (depan kedua dari kanan) saat meninjau kawasan wisata di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Kamis (11/2/2021). foto: dok

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengupayakan percepatan distribusi dana hibah pariwisata serta Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) 2021 guna membantu pebisnis pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19.

Dana hibah pariwisata yang akan dibagikan memiliki nilai Rp3,7 triliun, sementara untuk dana BIP 2021 dianggarkan sebesar Rp60 miliar dan masih dalam tahapan seleksi dan kurasi penerima insentif.

Bacaan Lainnya

“Kami terus berupaya agar dana tersebut bisa dialokasikan dengan tepat sasaran, tepat manfaat, dan berkeadilan, serta menyentuh mayarakat yang membutuhkan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).

Selain dua bentuk bantuan itu, Kemenparekraf juga menyiapkan usulan bantuan baru bernama Bantuan Pemerintah Khusus (Banpersus) yang diharapkan disetujui sehingga dapat memberikan dorongan kepada pegiat parekraf yang betul-betul terdampak pandemi Covid-19.

”Di samping itu, bantuan itu diharapkan bisa diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas layanan dan penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Enviromental Sustainability),” harap Sandi, yang dilansir dari antaranews.

Sandi menambahkan, Kemenparekraf akan terus memberikan pelatihan dan pendampingan secara digital meski di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Para pelaku parekraf diajarkan agar bisa produktif dan menghasilkan produk-produk kreatif meski tetap berada di dalam rumah mengikuti PPKM darurat.

Baca juga :  Tekan Penyebaran Covid-19, Jembrana Berlakukan PPKM Mikro

Di tengah PPKM darurat, Kemenparekraf berharap agar para pelaku parekraf dapat menaati aturan yang berlaku guna mempercepat penurunan angka penyebaran kasus Covid-19 yang akhir-akhir ini terus meningkat.

Kemenparekraf bahkan menunda dua programnya yaitu “Work From Bali” dan Wisata Vaksin demi mendorong aturan PPKM darurat yang mengharuskan orang menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Saat ini memang terasa seperti pil pahit, ini tentu masa- masa sulit, Tapi kita berharap ini tidak akan menjadi sesuatu yang berkepanjangan. Tentu setelah angka Covid-19 berhasil kembali dikendalikan sektor parekraf bisa kembali menggeliat,” pungkas Sandi. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.