POSMERDEKA.COM, JEMBRANA – Abrasi pantai di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana semakin parah. Bahkan, akses jalan sekitar 16 meter kini terputus akibat abrasi tersebut.
Dengan adanya abrasi yang semakin parah di Pantai Pebuahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana melakukan asesmen dan pengecekan ke lokasi. Dari laporan warga sekitar, abrasi ini mulai terjadi pada tanggal 1 Mei 2025 yang mengikis tembok tanah pada akses jalan.
“Lalu pada hari Senin 12 Mei 2025 terjadi puncak abrasi yang mengakibatkan kerusakan akses jalan, serta panjang jalan yang terputus yaitu 16 meter,” kata Kepala BPBD Jembrana, Agus Artana Putra, Rabu (14/5/2025).
Lebih lanjut, Agus Artana mengatakan, abrasi yang terjadi di Pantai Banjar Pebuahan ini mengakibatkan pasir sekitar 61 meter dari arah timur ke barat tergerus. Sehingga hal tersebut mengakibatkan air laut memasuki permukiman warga.
“Dari hasil pengecekan terdapat 7 rumah yang terdampak akibat kejadian abrasi. Untuk ke depannya dibutuhkan pembangunan tanggul untuk mencegah dampak abrasi yang lebih membahayakan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Banyubiru, I Komang Yuhartono, mengatakan, untuk meminimalisasi air laut memasuki permunkiman, warga sekitar juga telah melakukan penanganan secara swadaya dengan pemasangan karung berisi pasir dan memanfaatkan batu sisa abrasi sebagai pemecah arus air laut. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terkait cuaca yang tidak menentu,” pungkasnya. man
























