Masyarakat KSB Harap Pembangunan Smelter di Maluk Dipercepat

  • Whatsapp
ANGGOTA DPRD NTB Dapil KSB dan Sumbawa, M. Nasir. Foto: rul
ANGGOTA DPRD NTB Dapil KSB dan Sumbawa, M. Nasir. Foto: rul

MATARAM – Masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menghendaki pembangunan smelter di Kecamatan Maluk dapat dipercepat realisasinya. Meski kapasitas smelter yang dibangun semula direncanakan 1,3 juta ton per tahun turun menjadi 900 ton per tahun, proyek itu dinilai dapat membuka lapangan pekerjaan untuk warga setempat. 

Anggota DPRD NTB Dapil KSB dan Sumbawa, M. Nasir, Senin (25/10/2021) mengatakan, dari serapan aspirasinya saat menyapa warga KSB, umumnya masyarakat di semua kecamatan menghendaki pembangunan smelter tersebut bisa dipercepat. Pembangunan smelter dapat menimbulkan multiplier effect (efek berganda) dan daya ungkit ekonomi di KSB. Smelter itu tidak saja untuk pabrik pengolahan hasil mineral dan tambang, tapi ada efek lainnya yakni residunya bisa dipakai untuk bahan semen dan pupuk.

Bacaan Lainnya

“Makanya, warga KSB antusias dengan adanya rencana pembangunan smelter itu,” tegas Nasir.

Politisi PAN itu menyatakan, sesuai informasi yang diperoleh, pembangunan smelter akan dimulai tahapan groundbreaking (peletakan batu pertama) pada awal Januari 2022 mendatang. Lahan untuk pembangunan disebut tidak ada persoalan apapun. Singkat kata, untuk semua aspek teknis tidak ada masalah.

“Tinggal tindak lanjut dari perusahaan saja, karena antara Pemda dan masyarakat KSB sangat welcome (menyambut). Makanya bola itu ada di perusahaan,” urai mantan Ketua DPRD KSB itu.

Baca juga :  BPD Bali Raih Paritrana Award 2019, Berkontribusi dalam Kemajuan Indonesia

Nasir optimis pembangunan smelter yang semula direncanakan tuntas 2022 tapi mundur menjadi tahun 2023 itu, akan terwujud. Hal itu dipicu pembangunan smelter merupakan amanat UU Minerba, yakni ada kewajiban perusahaan untuk melakukan hilirasi produk mereka di wilayah setempat. Karena itu dia berharap Pemkab KSB mulai menyiapkan tenaga terampil untuk bisa direkrut menjadi bagian dari perusahaan, yakni PT Amman Mineral.

Jika bisa dimulai penyiapan SDM, sambungnya, program pengurangan angka penganggur yang diprogramkan Pemkab KSB akan bisa terwujud. “Manfaatnya jelas, angka kemiskinan dan Gini Ratio akan bisa berkurang signifikan ke depan,” ungkapnya.

Kabid Mineral dan Batubara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTB, Syamsul Ma’rif, mengakui pembangunan smelter di wilayah KSB akan mundur dari target yang ditetapkan. Hal itu lantaran pabrik pemurnian tembaga yang semula ditargetkan tuntas 2022, mundur menjadi 2023 akibat pandemi Covid-19.

“Rekan-rekan calon mitra kerja mereka dari luar itu terutama, yang menyebabkan targetnya mundur,” jelas Syamsul yang dikonfirmasi terpisah.

Dari sisi kesiapan lahan sebagai lokasi pembangunan smelter, kata Syamsul, sudah siap. Tinggal dilakukan konstruksi di lapangan. “Tapi karena kondisi Covid, mereka minta targetnya mundur, tak ada aktivitas. Sebab, prokesnya ketat sekali di sana,” imbuhnya.

Syamsul menambahkan, Pemprov terus mendorong dan mengawal realisasi pembangunan smelter milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tersebut. Pemprov memfasilitasi terkait penetapan kawasan industri, tata ruang, feasibility study dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.