Masyarakat Jangan Sekadar Jadi Objek Politik, Bawaslu Gaungkan Tolak Politik Uang

  • Whatsapp
KOMISIONER Bawaslu Bali, Wayan Widyardana, saat memberi materi saat sosialisasi pengawasan partisipatif di Bawaslu Gianyar. Foto: ist
KOMISIONER Bawaslu Bali, Wayan Widyardana, saat memberi materi saat sosialisasi pengawasan partisipatif di Bawaslu Gianyar. Foto: ist

GIANYAR – Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan hajatan politik Pemilu maupun Pilkada, Bawaslu Gianyar memberi sosialisasi pengawasan partisipatif kepada beberapa kalangan masyarakat, di Hotel Gianyar, Selasa (26/10/2021). Kegiatan dibuka Ketua Bawaslu Gianyar, I Wayan Hartawan; dan dihadiri komisioner Bawaslu Bali, I Wayan Widyardana Putra; anggota Bawaslu Gianyar, Ni Made Suniari Siartikawati; serta Koordinator Sekretariat Bawaslu Gianyar, I Wayan Budi Mahendra. Melalui sosialisasi ini, kesadaran politik masyarakat diharap timbul dan tidak sekadar jadi objek politik.

Dalam sambutannya, Hartawan mengenalkan tupoksi kelembagaan Bawaslu sebagai badan pengawas, dan mengenalkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam pengawasan partisipatif. “Pentingnya membangun pengawasan partisipatif, karena luasnya wilayah yang diawasi membutuhkan partisipasi masyarakat untuk jadi pengawas partisipatif. Jumlah sumber daya manusia dalam kelembagaan Bawaslu sangat kurang, jika harus mengawasi seluruh daerah secara bersamaan,” urainya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, sambungnya salah satu misi Bawaslu sebagai lembaga pengawas adalah bertujuan mendorong pengawasan partisipatif berbasis masyarakat. Caranya dengan mendorong pelibatan masyarakat sebagai perpanjangan tangan Bawaslu dalam hal pengawasan.

Komisioner Wayan Widyardana Putra menambahkan, peranan warga negara dalam pengawasan dan pencegahan pelanggaran Pemilu sangat penting, dalam hal ini dengan bantuan Bawaslu. Kata dia, Bawaslu memiliki fungsi pencegahan di luar pengawasan. Fungsi tersebut dilakukan Bawaslu, urainya, dengan memberi sosialisasi tentang larangan dalam Pemilu kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi politik.

Baca juga :  Banyupinaruh, Pantai di Gianyar Sepi

Widyardana juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjadi objek politik, tapi harus dapat menjadi subjek politik dalam hajatan Pemilu. “Perlu diingatkan, masyarakat sejatinya sebagai subjek dan Pemilu adalah wujud nyata dari negara demokrasi. Demokrasi itu sendiri sebagai bentuk kedaulatan rakyat,” seru komisioner berkacamata tebal itu.

Masih terkait pengawasan partisipatif, komisioner Ni Made Suniari Siartikawati menegaskan pentingnya sosialisasi ini guna membekali dan meningkatkan wawasan masyarakat terkait pengawasan Pemilu atau Pilkada. Dengan demikian dapat terbentuk basis pengawas Pemilu untuk terciptanya Pemilu sesuai dengan asasnya.

Dia menitip harapan kepada para peserta sosialisasi untuk dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam mengawasi demokrasi, dan dapat bersama menolak serta mencegah praktik politik uang. “Bersama kita tolak praktik politik uang yang merupakan akar awal terjadinya korupsi,” ajak Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubal Bawaslu Gianyar tersebut. hen/adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.