POSMERDEKA.COM, TABANAN – Seorang bocah I Gede Ari Darma Putra (13) menemukan granat di Sungai Yeh Empas wilayah Tibu Duwe, Banjar Adat Celuk, Desa Denbantas, Tabanan, Rabu (18/10/2023). Granat tangan tersebut, kemudian diketahui masih aktif, dan selanjutnya diledakkan atau disposal di Pantai Yeh Gangga, Tabanan, Kamis (19/10/2023).
Hal itu juga diungkapkan Kasubden Jibom Satbrimob Polda Bali, AKP Noeryadi, yang menyebutkan bahwa status granat yang ditemukan di Banjar Celuk itu masih aktif dan sangat berbahaya.
Sementara dari keterangan bocah yang menemukan granat tersebut, bermula ketika dia bersama beberapa temannya mandi di Sungai Yeh Empas, Rabu (18/10/2023) sekitar pukul 14.00 Wita. “Pas saya mandi sambil bermain di sungai, saya menemukan benda mirip batu, tapi bentuknya agak aneh. Batu itu kemudian saya bawa pulang, dan saya tunjukkan kepada paman di rumah,” ujar Gede Ari.
Sang paman, I Ketut Darmadi (29), menyebut batu yang ditunjukkan keponakannya itu, bentuknya seperti granat. “Setelah saya perhatikan, bentuk benda itu mirip granat. Kemudian saya menghubungi Kelian Dinas Tuakilang Baleran, yang selanjutnya melaporkan ke bhabinkamtibmas,” ujar saksi.
Singkat cerita, benda yang ketika itu diduga mirip granat, diamankan di sebuah lahan kosong. Sekitar pukul 22.25 Wita, Kapolres Tabanan, AKBP Leo Dedy Defretes, melakukan pengecekan langsung ke lokasi, bersama Wakapolres, Kasatintelkam, dan Kapolsek Tabanan. Menyusul personel Jibom Satbrimob Polda Bali dipimpin AKP Noeryadi beserta enam anggota tiba di lokasi. Benda yang diduga granat itu, kemudian dibawa dan dititip ke Polsek Tabanan, sambil menunggu untuk disposal (dimusnahkan) keesokan hari di Pantai Yeh Gangga.
Selanjutnya, Kamis (19/10/2023) sekitar pukul 06.10 Wita, unit jibom menuju ke lokasi disposal, di Pantai Yeh Gangga. Tiba di lokasi, selanjutnya menyiapkan peralatan dan lubang disposal. Pukul 07.15 Wita, unit jibom melaksanakan disposal, dengan hasil granat terdisposal dengan aman, dengan detonator dari jarak aman yang jauh dari permukiman penduduk.
“Status granat yang ditemukan itu masih aktif dan sangat berbahaya, sehingga dilaksanakan disposal. Setelah peledakan, saat ini status granat genggam berbentuk nanas tersebut sudah tidak aktif. Sisa (serpihan) granat yang diledakkan itu kemudian dibawa ke Mako Brimobda Bali,” jelas Kasubden Jibom Satbrimob Polda Bali, AKP Noeryadi, sekaligus mengakhiri rangkaian kegiatan disposal, dan kemudian meninggalkan Pantai Yeh Gangga. gap






















