Mandalika Hadirkan Manfaat Nyata, Warga Loteng Terima Kasih ke Jokowi dan Megawati

  • Whatsapp
KETUA DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat, bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah. Foto: rul
KETUA DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat, bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah. Foto: rul

MATARAM  – Masyarakat Lombok Tengah sangat berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), juga Presiden Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri karena membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika untuk Lombok, untuk NTB, dan untuk Indonesia. Mandalika hari ini tidak terlepas dari perjuangan, upaya keras dan tekad Jokowi dan Megawati sejak tahun 2015. Hal itu dituturkan Bupati Lombok Tengah (Loteng) 2010-2020, Suhaili FT, Selasa (14/12/2021) saat bertemu ulama yang diundang bertemu di kantor Bupati Loteng oleh Bupati HL Pathul Bahri.

Dengan nada bergetar dia berkisah, 9 April 2015 Jokowi kunjungan kerja kali pertama ke NTB. Dia turut menyambut kedatangan Jokowi di Bandara Internasional Lombok, dan terselip harapan pemerintah pusat membantu Mandalika yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 52 tahun 2014.

Bacaan Lainnya

Presiden diagendakan mendapat pemaparan KEK Mandalika dari Gubernur NTB (kala itu), TGB HM Zainul Majdi, ternyata urung dilakukan. Pemprov NTB justru ingin mengembangkan Global Hub di Kayangan, Lombok Utara yakni pelabuhan besar, kawasan industri, dan fasilitas terintegrasi di dalamnya. Butuh Rp150 triliun paling sedikit untuk mewujudkan itu. “Foto Mandalika ditampilkan satu, kecil saja,” kata Suhaili mengenang.

Baca juga :  GTI Gianyar Bersurat ke Polda Bali, Terkait Dugaan Penyimpangan Banpol

Kecewa, Suhaili sempat keluar dari ruang VIP Bandara sebelum masuk kembali. Namun, malam harinya Suhaili dihubungi Paspampres dan Protokol Presiden yang mengabarkan Jokowi ingin berkunjung ke Mandalika usai meresmikan Kampus IPDN. Dalam kunjungan ke Mandalika, Jokowi memastikan pusat menyiapkan anggaran Rp1,8 triliun untuk pembangunan Mandalika. Beberapa kali sejak itu Jokowi ke Mandalika, dengan yang terbaru saat meresmikan Sirkuit Mandalika, 12 November lalu.

Sepekan setelahnya, digelar World Superbike (WSBK) dilangsungkan setelah absen dari Indonesia selama 27 tahun. Hajatan internasional itu jadi branding bangsa Indonesia. “Perhatian Bapak Presiden sungguh luar biasa, ini membuktikan ketulusan beliau memimpin bangsa,” puji mantan Ketua DPD Partai Golkar NTB itu.

Secara khusus, Bupati Pathul Bahri mengundang anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Rachmat Hidayat. Rachmat diharap bisa menyampaikan ucapan terima kasih Pemkab dan seluruh masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna kepada Jokowi dan Megawati.

Lalu apa hubungannya dengan Megawati?

Setelah melalui perjalanan panjang, tanah Mandalika terkuak dikuasai LTDC, anak usaha Group Rajawali seluas 1.250 hektar. Namun, karena dibeli dengan kredit yang kemudian macet senilai Rp771 miliar, asetnya diserahkan ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional, dan HPL nya menjadi milik negara. Kepada Megawati yang saat itu menjadi Presiden, diusulkan agar sertifikat HPL kawasan eks LTDC tersebut diberikan kepada Pemprov NTB. Usulan disetujui Megawati.

Baca juga :  SDN 4 Songan Rusak Berat, Siswa Belajar di Luar Ruangan

Namun, setelah itu sampai dengan tahun 2014, usulan tinggal usulan. Baru pada tahun 2015 cita-cita itu dapat terwujud.

Bupati Pathul Bahri berujar, dia tahu persis komitmen Suhaili selaku pendahulunya dalam memprioritaskan pembangunan Mandalika. Pathul menjabat Wakil Bupati pada periode kedua Suhaili. Selain mengerahkan ASN Pemkab Loteng bersih-bersih setiap Jumat di kawasan Mandalika, Pemkab Loteng juga membangun jalan dan pasar seni dalam kawasan Mandalika. Sejarah yang dituturkan Suhaili dinilai sebagai hal yang tak boleh dilupakan warga Loteng, khususnya peranan Jokowi dan Megawati yang sedemikian luar biasa.

Ketua DPRD Loteng, M. Tauhid, turut berterima kasih kepada Jokowi dan Megawati. Keberadaan Mandalika dipandang memberi sumbangsih besar untuk pembangunan Loteng. “Dengan keberadaan Mandalika, Pendapatan Asli Daerah Loteng kini melonjak. Jika sebelumnya hanya Rp219 miliar, mulai tahun depan ditarget Rp315 miliar,” jelasnya.

TGH Maarif Makmun Dirase yang mewakili ulama yang hadir menegaskan, masyarakat Lombok Tengah dan masyarakat NTB akan kufur nikmat jika tidak mensyukuri perhatian Jokowi dan Megawati. Dia mengakui Jokowi tidak menerima dukungan signifikan dari masyarakat NTB dalam dua kali penyelenggaraan Pilpres. Namun, hal itu tidak mengecilkan perhatian Jokowi kepada NTB.

“Nilai lebih Presiden Jokowi, karena memperlakukan begitu baik masyarakat NTB. Padahal di satu sisi, dukungan dalam kontestasi politik tidak berasal dari masyarakat NTB,” tandasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.