Mancing, Terjatuh di Sungai, Kadek Yudi Meninggal Dunia

  • Whatsapp
TIM gabungan saat mengevakuasi jenazah Kadek Yudi yang jatuh di Tukad Melangit, Jumat (17/12/2021). Foto: ist

BANGLI – Pamit dari rumah untuk memancing, tapi nasib mengantarkan Kadek Yudi yang beralamat di Banjar Jelekungkang, Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli justru kembali menjadi mayat, Jumat (17/12/2021). Dia jatuh ke dalam Tukad Melangit dan akhirnya tenggelam.

Kapolsek Bangli, Kompol I Made Adi Suryawan, mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, korban memancing bersama temannya, I Kadek Eka Wiranata (27), sekitar pukul 09.00 Wita. Sampai di lokasi Tukad Melangit, Wiranata dan korban mencari posisi yang dianggap nyaman untuk memancing.

Bacaan Lainnya

Keduanya berada di sebelah timur sungai itu dengan posisi agak berjauhan. Saking asyiknya memancing, Wiranata tidak melihat korban pindah tempat dari timur ke barat sungai. Dia baru tersadar setelah mendengar suara orang jatuh, dan korban dilihat terpeleset hingga jatuh ke sungai.

Wiranata berusaha menolong korban dengan menjulurkan sebatang bambu yang ditemukan di lokasi. Sayang, korban tidak dapat meraih bambu itu, dan akhirnya tenggelam. “Saksi berusaha kembali mencari, tapi tidak dapat ditemukan. Pukul 11.30 Wita dia meninggalkan lokasi untuk mencari bantuan ke warga sekitar,” jelas Kapolsek.

Mendapat laporan kejadian itu, Babinsa Desa Tamanbali, Serma I Komang Juni Suantara; bersama Bhabinkamtibmas segera menghubungi BPBD Bangli. Juga Basarnas Bali dan Tim SAR Polda Bali untuk membantu pencarian. Tim penyelam pertama SAR belum berhasil, dilanjutkan penyelaman kedua juga belum berhasil.

Baca juga :  Dekopinda Denpasar Ingatkan Koperasi Gelar RAT

Pencarian ketiga kemudian diiringi gong baleganjur, karena dipercaya korban disembunyikan makhluk halus. Dan, upaya kali ketiga oleh penyelam master akhirnya berhasil menemukan korban sekitar 20 meter dari lokasi awal jatuhnya.

Diiringi isak tangis kerabat dan keluarga, korban langsung dibawa ke kuburan setempat dan dikubur di samping makam bapaknya yang meninggal setahun lalu. Lebih miris lagi, korban adalah satu-satunya anak laki-laki di keluarga itu.

Sesuai dresta setempat, jika ada warga meninggal salah pati tidak diperkenankan dibawa ke rumah duka, tapi langsung dibawa ke setra atau kuburan untuk dimandikan serta dikubur. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.