LPD Serongga Bagikan 1.021 Paket Sembako

  • Whatsapp
MENDUKUNG program agar warga di rumah saja, LPD Serongga bagikan sembako kepada krama. Foto: adi
MENDUKUNG program agar warga di rumah saja, LPD Serongga bagikan sembako kepada krama. Foto: adi

GIANYAR – Pascaditemukan seorang warga Desa Serongga positif Covid-19, prajuru Desa Adat Seronggo mendorong warga melakukan pembatasan sosial dan fisik. Untuk mendukung program di rumah saja, LPD Desa Adat Seronggo, membagikan seribu lebih paket sembako untuk KK adat di Desa Serongga, Selasa (21/4/2020).

Perbekel Desa Seronggo, Nyoman Gde Triyasa, mengatakan, total 32 warganya yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). 17 orang yang sudah kembali, salah satunya positif Covid-19. ‘’Warga yang positif ini sudah dijemput oleh Satgas Covid-19 pada Jumat (17/4/2020) lalu. Sedangkan pihak keluarga sudah melakukan isolasi mandiri di rumahnya,’’ jelasnya.

Bacaan Lainnya

Diungkapkanya, seluruh anggota keluarga PMI itu sudah di rapid test dan hasilnya negatif. Tetap diawasi dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri. “Selanjutnya mereka akan kembali di rapid test pada 1 Mei mendatang,’’ ungkapnya.

Sementara Ketua LPD Seronggo, I Ketut Astawa Suyasa, mengatakan, LPD membagikan 1.021 paket sembako, untuk seluruh KK adat di Desa Serongga. Warga tersebut tersebar di empat banjar, yakni Banjar Seronggo Tengah 222 KK, Seronggo Kaja 224 KK, Seronggo Kelod 358 KK dan Banjar Cebang 217 KK. ‘’Sembako itu berupa beras 10 kg, minyak 1 liter dan telur 10 butir. Seluruh pengadaan sembako ini dibiayai LPD Desa Adat Seronggo senilai Rp140 juta.

Baca juga :  Aset dan Laba Meningkat Dua Tahun Terakhir, Tingkatkan Layanan Digital, Bank NTB Syariah Makin Bersaing

Bendesa Adat Seronggo A.A. Gde Putra, menambahkan, bahwa pihaknya sudah mengimbau seluruh krama agar mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan, dengan tetap tinggal di rumah. Desa dinas juga membagikan 5.005 masker. Masker dibuat oleh penjahit yang ada di Desa Serongga

Sementara aktivitas warung di kawasan Desa Adat Seronggo, dibatasi hanya buka dari pukul 07.00 hingga pukul 20.00 Wita. “Bila ada yang masih berkeliaran diatas jam iut, maka akan ditegur oleh pecalang. Pecalang kami ronda setiap malam, termasuk warung lalapan diimbau agar tutup mengikuti aturan ini,’’ ungkapnya. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.