Lomba Ogoh-ogoh Provinsi Bali Diundur

  • Whatsapp
POSBALI/IST Gede Pramana
POSBALI/IST Gede Pramana

DENPASAR – Setelah memperhatikan perkembangan pandemi Covid-19 di Bali, Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya menunda festival atau parade ogoh-ogoh yang direncanakan akan berlangsung tanggal 8 Agustus 2020 mendatang. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana mengatakan, festival dalam format lomba tersebut, akan dilaksanakan dengan puncaknya pemberian hadiah bagi pemenang pada Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Krama Bali, Sabtu 31 Oktober 2020. Sekaligus pula pada momen itu juga digelar Pembukaan Festival Seni Bali Jani.

“Lomba ogoh-ogoh untuk desa adat se-Bali yang masih menyimpan karya ogoh-ogoh Hari Raya Nyepi Saka 1942. Prajuru atau Yowana dapat mendaftarkan keikutsertaannya melalui Majelis Desa Adat Kecamatan masing-masing, dari tanggal 8 Agustus sampai dengan 11 September 2020. Penjurian Tingkat Kecamatan dilakukan pada tanggal 15-25 September 2020 dan tiga terbaik akan diumumkan pada tanggal 26 September 2020. Selanjutnya penjurian tingkat kabupaten/kota akan dilakukan dari tanggal 10-20 Oktober 2020 dan hasilnya diumumkan pada tanggal 22 Oktober 2020,” bebernya, Kamis (16/7).

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, apabila kondisi memungkinkan untuk mengadakan pengarakan, maka seluruh karya ogoh-ogoh yang disertakan dalam lomba dapat dilakukan pengarakan pada Sabtu Kliwon, 31 Oktober 2020, secara terbatas bertempat di areal depan wantilan desa adat/catus pata/areal yang memungkinkan melakukan pengarakan, tidak dengan berkeliling di wewidangan desa adat.

Baca juga :  Gianyar Beri Pelatihan Kecakapan Hidup Barista

Mantan Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali ini menekankan, pengarakan harus tetap menyesuaikan protokol tatanan kehidupan era baru untuk krama Bali yang produktif dan aman Covid-19. Pramana menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali menyediakan hadiah total berupa uang tunai sebesar Rp 1,7 miliar lebih untuk para pemenangnya. Ogoh-ogoh terbaik I masing-masing kabupaten/kota akan mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta serta piagam penghargaan, terbaik II Rp 35 juta, dan terbaik III Rp 25 juta.

“Ada tambahan dalam lomba ini, yaitu sebanyak 144 terbaik kecamatan se-Bali juga akan mendapat hadiah hiburan uang tunai sebesar Rp 5 juta,” ujar Pramana seraya menambahkan untuk info lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, melalui Seksi Cagar Budaya nomor telepon 0361-246474 ext. 108 atau HP 0813 3732 5665. 019

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.