KARANGASEM – Penyakit sosial (pekat) masyarakat seperti peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, kenakalan pelajar, perjudian dan kejahatan lainnya sangat berbahaya untuk generasi muda. Agar generasi muda terlindungi, Pemkab Karangasem mengadakan pelatihan kader penyuluhan pekat, Selasa (20/10/2020) lalu. Pelatihan dibuka Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta, didampingi Kepala Badan Kesbangpolinmas Karangasem I Ketut Kanginan Subandi.
Subandi selaku penyelenggara mengatakan, pelatihan kader penyuluhan bertujuan menjaga moral generasi muda supaya tidak terjerumus pengaruh pekat yang berefek menghancurkan diri sendiri. Selain itu, sebutnya, pelatihan juga bertujuan memperbanyak kader penyuluh pekat, dan meningkatkan kegiatan pencegahan pekat, terutama di kalangan pelajar dan generasi muda Karangasem. Pelatihan yang diikuti 30 guru SMA/SMK Negeri maupun swasta itu diharap mampu memberi pemahaman bahaya pekat, juga mampu meningkatkan kedisiplinan siswa di sekolah maupun dalam pergaulan di masyarakat.
Sekda Sedana Merta menambahkan, pelatihan pekat ini sangat penting, karena merupakan salah satu cara penyelamatan masyarakat, terutama generasi muda. Mulai dari jeratan penyalahgunaan narkoba, miras, prostitusi, perjudian, aksi premanisme, dan eksploitasi anak di bawah umur. “Semua itu berdampak negatif bagi perkembangan masyarakat dan generasi muda itu sendiri. Perkembangan pekat di Indonesia, dan di Bali pada khususnya, saat ini menunjukan kecenderungan meningkat, bahkan di ambang yang sangat mengkhawatirkan,” serunya.
Karena itu, jelasnya, untuk membentengi wilayah Karangasem terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, Pemkab Karangasem melaksanakan pelatihan penyuluhan ini. Tujuannya agar di kemudian hari anggota kader penyuluh dapat menyebarluaskan pesan tentang pemahaman bahaya pekat. Dia juga mengingatkan para kader supaya jangan pernah mencoba narkoba. “Untuk para ASN, kalau ada yang sampai ketahuan mengedarkan apalagi menggunakan narkoba, saya selaku Sekda tidak akan tanggung tanggung memberi sanksi tegas kepada pelaku,” ancamnya.
Menurutnya, ada sejumlah faktor penyebab terjadinya kasus narkoba di Karangasem. Salah satunya faktor kemiskinan yang menyebabkan orang mau terlibat, terutama menjadi pengedar, karena keuntungannya dinilai sangat menjanjikan. Di sisi lain, meski tahu itu melanggar hukum, mereka kurang paham bahaya yang akan ditimbulkan.
“Karena itu kepada para kader penyuluh agar dapat memberi pemahaman terkait bahaya pekat ini, sehingga generasi muda kita siap mental dan mampu mencari solusi sendiri,” sebutnya menandaskan. 017
























