Lestarikan Hutan dan Sejahterakan Masyarakat, Wana Wisata Hutan Pinus Glagalinggah Beri Manfaat Ganda

PERESMIAN Wana Wisata Hutan Pinus Glagalinggah di Amphitheater Wana Wisata Hutan Pinus Glagalinggah Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (20/12/2022). Foto: ist

BANGLI – Gubernur Bali, Wayan Koster, mendukung penuh pengembangan kawasan hutan yang dikelola untuk menjadi wana wisata guna memunculkan destinasi wisata baru berbasiskan perhutanan di Bali.

“Kita juga dukung pengembangan inovasi, jasa lingkungan yang tepat guna serta untuk memasarkan produk secara digital hingga menembus pasar tanpa batas,” kata Koster dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali, I Made Teja, dalam peresmian Wana Wisata Hutan Pinus Glagalinggah, Selasa (20/12/2022). Peresmian dilakukan di Amphitheater Wana Wisata Hutan Pinus Glagalinggah Desa Kintamani, Bangli.

Read More

Pengelolaan hutan sebagai kawasan wisata, sebutnya, juga merupakan momentum bagi kawasan hutan lain di Bali agar bisa bersemangat mengupayakan pengembangan kawasan hutannya. Jadi, tidak hanya dijaga kelestariannya, tapi juga bisa bermanfaat memberi kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Provinsi Bali saat ini menerbitkan 120 SK Kehutanan Sosial yang luasnya kurang lebih 4.300 hektar untuk kemitraan, 971 hektar hutan adat, hutan tanaman rakyat 177 hektar, HKM 2.124 hektar, dan hutan desa 14.400 hektar.

Program kehutanan sosial, menurutnya, sangat strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerataan ekonomi di sekitar hutan, serta mengatasi konflik lahan dan membuka akses lapangan kerja bagi masyarakat. Pula merupakan kebijakan perlindungan mata air.

Direktur Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jo Kumala Dewi, menggarisbawahi pentingnya pelestarian hutan sebagai warisan untuk generasi mendatang alias generasi penerus bangsa.

Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, dia mengajak masyarakat memanfaatkan hutan sosial, hutan adat, dan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) sebagai lahan produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dia optimis akan banyak sekali komoditas yang bisa dikembangkan.

Tidak hanya agroforestry, tapi juga bisa bisnis ekowisata seperti yang dikembangkan di Glagalinggah ini. ”Wana Wisata Glagalinggah kami harapkan jadi role model pengelolaan hutan wisata untuk Indonesia ke depan,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menilai Wana Wisata Hutan Pinus Glagalinggah merupakan kawasan wisata sekaligus wahana edukasi yang bisa menginspirasi banyak orang.

Upaya tersebut juga menjadi faktor utama bagi Danone Indonesia, terutama Aqua Mambal, untuk membantu pengembangan kawasan tersebut dengan bantuan CSR dan pendampingan para pengelola dan masyarakat setempat. “Ini adalah komitmen kami pula untuk menjaga kawasan hulu, yang merupakan daerah resapan dan sumber air bagi kawasan hilir,” paparnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangli, I Wayan Sugiarta, Rabu (21/12/2022) menambahkan, kegiatan Jumat Nikmat sebelumnya oleh Bupati Sang Nyoman Sedana Arta di Hutan Pinus Banjar Glagalinggah bertujuan memperkenalkan destinasi pariwisata di wilayah Kecamatan Kintamani.

Juga mendukung kemajuan Desa Wisata yang sudah berkembang seperti Hutan Pinus Glagalinggah Lestari, yang mulai dilirik turis mancanegara karena keindahan destinasinya. “Mengenali objek-objek wisata di Kabupaten Bangli, baik menyangkut potensi maupun peluang yang ada untuk dapat dipromosikan, tentunya sangat mendukung peningkatan pariwisata desa yang ada di Bangli,” pungkasnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.