Legislator PDIP Sayangkan Oknum PMI Cemooh Upaya Pemprov Bali

  • Whatsapp
AA Ngurah Adhi Ardhana. Foto: ist
AA Ngurah Adhi Ardhana. Foto: ist

DENPASAR – Beredarnya video Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mencemooh cara kerja Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali di media sosial, disayangkan anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana. Meski mengakui kerja Gugus Tugas selama ini masih ada kekurangan, dia menilai tidak adil jika seolah-olah pemerintah tidak berupaya yang terbaik untuk melayani masyarakatnya. “Berhenti mencaci dan kembali bekerja, karena yakinlah semua berusaha bekerja maksimal. Tidak ada yang sempurna,” serunya lewat aplikasi Whatsapp, Sabtu (18/4/2020).

Dia menilai adanya sejumlah PMI mencemooh apa yang pemerintah lakukan sejak awal, juga menjadi unsur kendala yang mesti menjadi perhatian bersama. Yang dimaksud yakni video ketika tim Gugus Tugas menjemput PMI, ada yang berdialog dengan petugas menyuarakan ketidakpuasan atas kondisi bus penjemput. Saat itu terucap suatu kalimat yang sarkas yang bernada melecehkan Gubernur Bali, Wayan Koster. Padahal saat itu Gubernur diklaim berusaha berkoordinasi dengan satgas pusat agar PMI itu dapat diturunkan di Benoa. “Saya mengapresiasi Pak Gubernur yang sudah berjuang keras untuk menangani PMI ini. Memang ada kekurangan di sana-sini, tapi kami percaya Gubernur dan jajaran sudah berusaha yang terbaik,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Baca juga :  Kembali Tim Yustisi Denpasar Jaring 8 Pelanggar Prokes, 7 Orang Langsung Didenda

Dia mengajak semua pihak, termasuk PMI, agar ingat bahwa antara yang mengurus dengan yang diurus sama-sama warga Bali. Saling menyalahkan tidak akan membuat kekurangan yang terjadi jadi lebih baik, karena menangani wabah global seperti Covid-19 butuh energi tenggang rasa dan kesetiakawanan. “Elingin rage nak Bali, tat twam asi, kamu adalah aku, aku adalah kamu. Ayo kita gotong royong dan bangun empati, jangan saling menyalahkan,” ajaknya.

Terkait ada penolakan warga di sejumlah tempat yang wilayahnya dijadikan lokasi karantina PMI, Ardhana menilai itu tidak sampai terjadi jika praktiknya turut melibatkan satgas gotong royong desa adat dan seluruh komponen. Namun, harus ada jaminan ketegasan pelaksanaan prosedur kekarantinaan yang ada disusun. Bila itu dilakukan, dia optimis masyarakat akan menerima dengan baik. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.