BULELENG – Pemangku memiliki kewajiban untuk ngayah di pura untuk menjadi saluran penghubung antara manusia dengan ida sesuhunan. Meski berurusan dengan hal niskala, bukan berarti pemangku tidak perlu mengikuti protokol pencegahan Covid-19. Antara lain tetap mengenakan masker saat di pura.
Imbauan itu dilontarkan Ketua Fraksi PDIP Bali, I Dewa Made Mahayadnya, saat menyerahkan bantuan ke Pura Kerta Kawat dan Pura Pabean di Buleleng ke pengempon Pura Agung Pulaki dan Pesanakan Pura Agung Pulaki, Jumat (15/5/2020). Dalam suasana wabah global Covid-19 ini, kata dia, para pemangku dan pengayah diajak tidak kehilangan semangat mengabdikan diri kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa. Selain pemangku agar tetap mengenakan masker, para pamedek juga diingatkan tetap menjaga jarak fisik pada saat sembahyang.
“Pemangku juga agar memberi penjelasan soal protokol kesehatan agar pamedek tertib dan disiplin sealam persembahyangan. Ini agar kita semua selamat dan terhindar dari penularan Covid-19,” tutur politisi yang biasa disapa Dewa Jack itu.
Bantuan yang diserahkan itu terdiri 50 paket sembako, juga dua tempat cuci tangan untuk di pura. Saat pembagian sembako, dia didampingi Ketua PAC PDIP Kecamatan Gerokgak dan seluruh pengurus ranting se-Kecamatan Gerokgak. Paket sembako itu akan dibagikan merata kepada pemangku, pengayah, tukang banten sampai tukang bersih-bersih di pura tersebut. Meski tidak terlalu besar, dia berharap sekurang-lurangnya dapat mengurangi beban mereka akibat dampak pandemi yang belum jelas kapan berakhir.
Soal kenapa tempat cuci tangan disertakan, jelasnya, untuk mengikuti imbauan pemerintah agar umat tetap mendapat fasilitas agar bias rajin cuci tangan. “Pemerintah menganjurkan kita cuci tangan, tapi kalau tempat cuci tangannya tidak ada bagaimana? Itulah pertimbangan kami menyertakan tempat cuci tangan ini,” tandasnya. hen






















