KARANGASEM – Belasan hektar lahan tandus di kawasan Desa Bunutin, Kecamatan Abang, Karangasem “disulap” menjadi kebun anggur. Dengan ide kreatif I Wayan Mara, warga setempat, buah anggur hitam yang sebelumnya identik dengan daerah Buleleng kini bisa langsung di wilayah Karangasem.
Ditemui pada Minggu (30/5/2021), Mara menuturkan inisiatif berkebun anggur muncul lantaran ingin memanfaatkan lahan di kawasan kebun. Dia sebelumnya menanam jagung yang memang lumrah di kawasan itu, tapi hasilnya tidak begitu menjanjikan. Karena itu dia mencoba berinovasi dengan tanaman anggur.
“Saya mulai sejak dua tahun lalu, dan sampai sekarang panen lebih dari lima 5 kali karena juga dipengaruhi faktor cuaca. Kalau musim panas hasilnya pasti bagus, kalau hujan pasti tidak optimal,” kisahnya.
Sejak mulai menanam, dia berujar saat panen pertama dan kedua banyak pengunjung yang datang ke kebunnya. Malah sempat dijadikan tempat berekreasi di kebun anggur. Selain memakai kebunnya untuk lokasi swafoto, mereka juga membeli produknya meski hanya beberapa kilogram saja.
Dia menjual per kilogram seharga Rp15 ribu. Pembeli yang datang ke kebun disilakan memilih dan memetik sendiri buah anggur yang sudah layak petik. Dia bersyukur kebun anggurnya memberi penjualan dengan hasil cukup baik. “Tapi untuk dua bulan ini belum bisa dipastikan, karena masih proses pematangan buah, belum bisa dipanen,” sebutnya menandaskan. nad























