BANGLI – Di tengah melonjaknya kembali pandemi Covid-19, dunia pariwisata di Kabupaten Bangli kembali lesu. Jika sebelumnya sempat semringah, kini jumlah kunjungan ke Desa Wisata Tradisional Penglipuran juga menurun drastis.
Pengelola objek Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng, Rabu (16/2/2022) menuturkan, setelah dibukanya kembali penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, hingga kini belum ada dampak nyata bagi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Bangli.
“Sampai sekarang masih belum ada kunjungan wisatawan mancanegara, yang ramai masih domestik dan wisatawan lokal saja,” ungkapannya.
Namun, sambungnya, sejak beberapa hari terakhir tingkat kunjungan wisatawan domestik juga melandai hingga 15 persen. Penurunan terjadi sejak kembali melonjaknya angka kasus positif Covid-19 di Bali. Penurunan terjadi sejak lima hari lalu itu, yang awalnya mencapai 1.000 orang per hari, turun jadi 900, 700, dan sekarang hanya 500.
Dia mengaku pengelola objek wisata Penglipuran tetap meningkatkan pengetatan prokes dengan menyiapkan berbagai sarana untuk kenyamanan pengunjung.
”Dari dulu kami menyiapkan proses secara ketat, tapi sekarang lebih ditingkatkan lagi. Pengawasan wisatawan mulai dari pintu masuk lebih diketatkan, misalnya pengunjung wajib pakai masker, cuci tangan dan ukur suhu tubuh,” tegasnya sembari berharap pandemi segera berlalu agar kehidupan bisa kembali normal. gia






















