Kunjungan Wisatawan ke Pemuteran Mulai Meningkat, Didominasi Wisatawan Lokal

  • Whatsapp
WISATAWAN lokal yang berkunjung ke Desa Pemuteran melakukan foto. Kunjungan wisatawan ke Pemuteran tercatat mengalami peningkatan saat akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021. Foto: ist
WISATAWAN lokal yang berkunjung ke Desa Pemuteran melakukan foto. Kunjungan wisatawan ke Pemuteran tercatat mengalami peningkatan saat akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021. Foto: ist

BULELENG – Kawasan wisata di wilayah Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng mulai bergeliat di musim liburan panjang akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021. Ini bisa dilihat dari tingkat hunian akomodasi di Desa Pemuteran yang membeludak.

Desa Pemuteran terkenal dengan wilayah konservasi terumbu karang dengan metode biorock. Kunjungan wisatawan di musim libur awal tahun ini mengalami peningkatan yang mencapai 80 persen dari bulan-bulan sebelumnya pada masa pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Ketua Pokdarwis Segara Giri Desa Pemuteran, Ketut Sutrawan, mengatakan ada peningkatan yang cukup signifikan pada hunian di Desa Pemuteran. Pada bulan-bulan sebelumnya hanya 10 persen atau nyaris nol, dan naik menjadi 80 persen saat libur awal tahun.

“Ini terjadi sejak libur panjang atau cuti bersama pada akhir tahun 2020 lalu. Sebagian besar mereka berlibur ke Desa Pemuteran datang bersama keluarganya,” kata Sutrawan, Selasa (5/1/2021).

Dia menjelaskan, wisatawan yang datang masih didominasi wisatawan lokal seperti Denpasar, Jakarta, hingga Surabaya. Mereka berlibur ke Pemuteran rata-rata datang berkeluarga menggunakan mobil pribadi. Sutrawan menyebut, salah satu hotel di Pemuteran yang memiliki kamar sebanyak 50 biasanya hanya terisi 6 kamar, namun saat libur tahun baru terisi hampir penuh 40 kamar.

Baca juga :  Cok Ace Dorong Asosiasi MICE Bersatu

Lonjakan kunjungan wisatawan juga dilihat dari tingkat hunian di homestay dan vila milik warga setempat. Meski begitu, dirinya mengakui masih cukup banyak wisatawan yang membatalkan kunjungan. Mengingat, syarat wisatawan melakukan perjalanan dengan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan negatif uji swab berbasis PCR.

Dengan peningkatan kunjungan wisatawan, setidaknya menambah pendapatan bagi pelaku wisata di Desa Pemuteran di tengah pandemi ini, terutama biaya operasional usaha pariwisata. “Selama ini banyak akomodasi di Pemuteran yang tutup, atau hanya dibuka separuh,” ungkap Sutrawan.

Meski demikian, pria yang sudah puluhan tahun bergelut di dunia pariwisata ini mengaku belum bisa memprediksi apakah kunjungan wisatawan akan terus berdatangan di tengah pandemi Covid-19. “Ini bergantung kebijakan pemerintah ditengah pandemi Covid-19,” jelas Sutrawan.

Ditengah pandemi Covid-19 ini, diakuinya, pelaku usaha wisata yang ada di Desa Pemuteran sangat ketat menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung. “Selama ini penerapan prokes berjalan baik. Itu aturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung hingga pengelola objek wisata, untuk dapat mencegah penyebaran virus Covid-19,” pungkasnya. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.