Kuburan Digali, Orok Ditemukan di Depan Balai Banjar

PETUGAS memeriksa sesosok orok yang ditemukan warga Banjar Pauman, Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem, Rabu (21/12/2022) sekitar pukul 08.30 Wita. Foto: ist

KARANGASEM – Sesosok orok manusia ditemukan warga Banjar Pauman, Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem, Rabu (21/12/2022) sekitar pukul 08.30 Wita. Mirisnya, mayat janin itu diduga diambil dari kuburan oleh orang yang mengalami gangguan jiwa.

Perbekel Desa Seraya Tengah, I Wayan Dandri, mengatakan, orok kali pertama ditemukan warga setempat di depan bangunan Balai Banjar Pauman. “Yang menemukan kebetulan lewat di depan bale banjar, melihat ada orang gila membawa plastik dan menaruh di dekat bale banjar. Plastik tersebut berisi orok,” kata Dandri.

Read More

Mendengar penemuan itu, Polsek Kota Karangasem dan Puskesmas Karangasem memeriksa penemuan itu. Ternyata memang benar plastiknya berisi orok. Terduga pelaku pembawa orok diduga berusia tiga bulan juga diperiksa di rumahnya. “Orok itu diduga sempat dikubur di Setra Desa Adat Seraya. Kami duga kuburannya kurang dalam, jadi bisa diambil atau digali terduga pelaku,” sambungnya.

Kapolsek Kota Karangasem, AKP Putu Sunarcaya, menambahkan, kasus penemuan orok tersebut masih dalam penelusuran. Dia memaparkan, Unit Reskrim Polsek Karangasem dipimpin Kanitreskrim mendatangi TKP lanjut melakukan olah TKP. Hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Karangasem 2, diperkirakan orok lahir sekira 5-6 jam dan belum ditemukan jenis kelaminnya.

Lebih jauh diterangkan, berdasarkan keterangan saksi, I Made Rerod yang mengalami gangguan jiwa, membawa tas plastik yang di dalamnya berisi kain kasa dan duduk di depan Balai Banjar sambil mengibaskan kain tersebut. Informasi lain yang diperoleh, Rabu (21/12/2022) sekitar pukul 02.00 Wita, ada keluarga melaksanakan penguburan di Setra adat Desa Seraya.

“Janin merupakan milik warga setempat, dan ketika ditunjukkan orok yang diamankan, mereka mengakui memiliki kemiripan dengan janin yang dikubur di Setra Desa Adat Seraya,” sambungnya.

Atas kesepakatan pihak keluarga dan hasil koordinasi dengan aparat desa serta prajuru adat, disetujui dilakukan pembongkaran kuburan janin tersebut. Ternyata orok yang dikubur sudah tidak ada, sehingga bisa dipastikan orok yang ditemukan adalah milik warga setempat. “Sesuai kesepakatan keluarga, prajuru adat serta aparat desa, orok dikubur kembali di Setra Adat Desa Seraya,” pungkasnya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.