BANGLI – Perbaikan jalan penghubung Bangli-Gianyar yang jebol dengan pembuatan Dinding Penahan Tanah (DPT) sempat dihentikan Dinas PU, karena pengerjaannya dinilai lamban.
Meski sempat diputus kontrak, penggarapan akan dilanjutkan tahun 2023 mendatang dengan diperkirakan menyedot anggaran Rp2 miliar. “Tahun 2022 kami sediakan anggaran Rp2,1 miliar untuk DPT yang sebelumnya longsor itu,” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli, I Wayan Lega Suprapto.
Suprapto menuturkan, dalam proses pengerjaan DPT sempat terjadi longsor susulan. Setelah dilakukan penghitungan, diperlukan penambahan anggaran senilai Rp140 juta, juga penambahan waktu pengerjaan. Namun, pihak rekanan tidak bisa menyelesaikan pengerjaan dan akhirnya dilakukan pemutusan kontrak.
“Kami telah menghitung hasil pekerjaan dan hasil pekerjaan yang terbayarkan hanya 30 persen, atau jika dinominalkan sekitar Rp400 juta. Untuk kelanjutan pembangunan DPT akan digarap tahun 2023,” tegasnya.
Disinggung ketersedian anggaran, Suprato berujar kegiatan ini menjadi skala prioritas karena merupakan jalur alternatif dari Bangli menuju Gianyar. Jadi, masalah anggaran sedang dikoordinasikan.
“Kami harap pengerjaan tahun 2023 bisa tuntas, sehingga jalur tersebut bisa kembali dimanfaatkan seperti biasa. Terutama bagi masyarakat yang menuju ke kuburan agar tidak memutar melalui Banjar Guliang Kangin yang jaraknya lumayan,” pungkasnya. gia























