Kotak Suara Berjalan Dijamin Jurdil, Paslon Diimbau Perkuat Saksi

  • Whatsapp
PROSES pemungutan suara di salah satu TPS di Kerobokan, Kuta Utara, Badung saat Pilkada Bali 2018. KPPS akan mendatangi warga yang tidak bisa datang ke TPS dengan membawa kotak suara ke rumahnya. Foto: gus hendra
PROSES pemungutan suara di salah satu TPS di Kerobokan, Kuta Utara, Badung saat Pilkada Bali 2018. KPPS akan mendatangi warga yang tidak bisa datang ke TPS dengan membawa kotak suara ke rumahnya. Foto: gus hendra

DENPASAR – Memastikan semua warga yang masuk daftar pemilih dapat menggunakan haknya, KPU menyediakan kotak suara berjalan. Petugas KPPS di TPS akan mengantarkan kotak suara ke warga yang sedang sakit, baik di rumah maupun di rumah sakit. Meski pencoblosan dilakukan di luar TPS, KPU Bali menjamin pemilihan berlangsung jujur dan adil (jurdil). “Caranya menjamin fair (adil) itu bagaimana? Ya petugasnya tidak boleh sendiri-sendiri, harus didampingi saksi,” kata Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, dalam diskusi grup terarah terkait Pilkada 2020 oleh Dit. Intelkam Polda Bali, di satu hotel di Denpasar, Selasa (13/10/2020).

Lidartawan menegaskan hal itu menjawab pertanyaan salah satu peserta diskusi, Komang Suarsana, dari Partai Golkar. Walau mengapresiasi inovasi KPU dengan membuat kotak suara berjalan, Suarsana berpesan agar petugas jangan hanya  melangkah ke pihak yang diyakini memilih paslon tertentu. “KPU harus adil. Siapa yang sakit, siapa yang tidak bisa datang ke TPS, semua dilayani,” pintanya.   

Bacaan Lainnya

Lebih jauh diutarakan Lidartawan, kotak berjalan tersebut harus dilakukan sesuai data di kelian banjar tentang siapa yang layak dilayani. Data itu dilaporkan ke KPPS yang bertugas di TPS, dan itu pun kalau masih ada waktu. KPPS yang membawa kotak juga tidak boleh sendirian, mesti didampingi saksi dan pengawas TPS untuk menjamin asas jurdil. “Yakinlah bahwa kami sebagai penyelenggara akan bekerja dengan tetap mengusung asas keadilan. Bisa dibuktikan apakah KPU hanya mendukung paslon tertentu atau fair,” janjinya.

Baca juga :  Lima Hari OPL 2020, Polres Bangli Tindak 146 Pelanggar

Yang masih jadi beban untuknya, kata Lidartawan, justru bagaimana memastikan hak suara warga dari Bangli atau Karangasem yang terpapar Covid-19 dan menjalani rawat inap di rumah sakit di Denpasar. Mereka akan dilayani kotak berjalan hanya jika waktunya tersedia. Menimbang jarak antara Bangli atau Karangasem dan Denpasar yang ditempuh lumayan lama, dia khawatir temponya tidak cukup untuk mengembalikan surat suara untuk dihitung.

“Saya masih memikirkan bagaimana jalan keluarnya itu, sampai rontok rambut saya ini. Jika ada yang punya ide cerdas untuk solusinya, saya terbuka untuk menerima,” sambung mantan Ketua KPU Bangli tersebut.

Agar Pilkada 2020 berjalan mulus, Lidartawan mengajak semua paslon untuk menyelesaikan masalah yang ada di Bali saja. Tujuannya, jangan sampai ada sengketa hasil di Bali sampai dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Ayo kita selesaikan di Bali kalau ada masalah, jangan bawa ke MK. Silakan bongkar di TPS kalau ada masalah, dan masing-masing paslon agar memperkuat saksi-saksi,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.