Korupsi Masker Scuba, Jaksa Perdalam Keterlibatan Mas Sumatri, Pengadaan Dinilai Relevan dengan Kondisi Masyarakat

KASI Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra. Foto: ist
KASI Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra. Foto: ist

KARANGASEM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem disebut-sebut mendapat informasi baru dari keterangan sejumlah camat, yang menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan masker scuba Dinsos Karangasem di pengadilan Tipikor Denpasar, beberapa waktu lalu. 

Kasi Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra, Selasa (26/4/2022) menjelaskan, informasi baru yang diperoleh tersebut yakni sebelum pengadaan masker scuba, sekitar bulan Juni sempat ada rapat antara Bupati (saat itu) IGA Mas Sumatri dengan camat. Mereka ngobrol terkait keperluan masker untuk masyarakat. 

Bacaan Lainnya

“Istilahnya rapat tersebut seperti praperencanaan-lah. Sesuai keterangan persidangan, rapat itu membahas terkait keperluan masker untuk masyarakat,” kata Semara Putra. 

Atas keterangan itu, kata dia, pihak penuntut umum akan mempertanyakan kembali kepada pihak yang lebih tahu. Selain itu, di persidangan selanjutnya juga akan ada beberapa saksi dihadirkan untuk cek silang mengenai hal tersebut.

Dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon, salah satu saksi, mantan Camat Karangasem, Cokorda Alit Surya Prabawa, mengaku tidak enak terkait informasi yang beredar di masyarakat. Sebab, informasi yang disampaikan tidak secara utuh.

Menurutnya, hampir setiap kali ada program atau kebijakan yang berhubungan dengan masyarakat, selaku Camat dia pasti selalu dikumpulkan karena menyangkut kewilayahan. Mereka dipanggil dan dikumpulkan untuk menyampaikan atau sosialisasi program yang berkaitan dengan kewilayahan dan masyarakat. Biasanya camat diminta membantu menyosialisasikan kepada masyarakat, atau menggerakkan masyarakat.

Baca juga :  Perampok Berpedang Todong Karyawan SPBU, Bawa Kabur Uang Rp10 Juta

“Contohnya dulu ada program Sisya Upanayana, kami juga dipanggil, dikumpulkan dan diminta membantu sosialisasi serta koordinasi dengan sekolah di wilayah masing-masing,” urai Prabawa. 

Dalam rapat sekitar bulan Juni 2020 itu, jelasnya, disampaikan tentang rencana pembagian bantuan masker kepada masyarakat. Rencana itu disambut para camat, karena relevan dengan kondisi dan aspirasi masyarakat. Sebab, selain langka, saat itu harga masker juga sangat mahal. 

Saat itu, sambungnya, camat diminta mengkomunikasikan usulan ini dengan para perbekel/lurah di wilayahnya masing-masing. Pertimbangannya, rencana tersebut harus didukung secara administratif berupa surat usulan secara berjenjang dari tingkat desa/kelurahan dan kecamatan. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.