Konsumsi Meningkat Jelang Maulid Nabi, Pemprov NTB-Pemkot Mataram Didesak Segera Antisipasi

ANGGOTA Komisi II DPRD NTB, Made Slamet. Foto: ist
ANGGOTA Komisi II DPRD NTB, Made Slamet. Foto: ist

MATARAM – Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW yang biasanya dirayakan besar-besaran oleh umat Islam di Pulau Lombok, perlu menjadi perhatian serius Pemprov NTB dan Pemkot Mataram. Sebab, ikatan tali silaturahmi antarumat Islam yang diakhiri dengan banyaknya hidangan makanan, akan memicu konsumsi kebutuhan komoditas bahan pokok yang meningkat dari konsumsi biasa.

Sesuai angka BPS selama ini, khususnya di Mataram, capaian konsumsi kebutuhan pokok selalu berada di angka 1-3 persen dari konsumsi biasanya. “Maka kami minta agar OPD terkait, baik lingkup Pemprov dan Pemkot Mataram, harus mulai melakukan antisipasi. Jangan sampai terjadi inflasi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW,” seru anggota Komisi II DPRD NTB, Made Slamet, Selasa (4/10/2022). 

Read More

Politisi PDIP itu menyebut saat perayaan Maulid Nabi Muhammad yang akan berlangsung selama sebulan, tercatat Kota Mataram merupakan salah satu daerah dengan tingkat konsumsi paling tinggi di NTB. Terlebih biasanya masyarakat menggelar acara tasyakuran dengan menghidangkan aneka makanan dalam porsi besar, sehingga butuh sejumlah kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Belanja masyarakat pun jauh lebih besar dibandingkan hari biasa. Beberapa komoditas bahan kebutuhan pokok dengan konsumsi tinggi antara lain beras, cabai rawit, bawang merah dan putih.

“Karena itu, selain melakukan intervensi dalam bentuk operasi pasar sebagai langkah terdekat, pengawasan pergerakan harga dan distribusi sejumlah kebutuhan pokok harus dilakukan supaya tidak ada permainan,” pesan Ketua DPC PDIP Kota Mataram itu.

Made mendaku menginstruksikan kepada Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram untuk mengawal perayaan Maulid agar dapat berjalan aman dan lancar. Salah satunya dengan bagaimana stok kebutuhan pokok harus tetap terjaga. “Saya pantau saat sidang paripurna DPRD Kota Mataram juga telah disuarakan oleh Fraksi PDIP kepada Pemkot, untuk memperbanyak operasi pasar di semua wilayah dalam waktu dekat ini,” cetusnya. 

Made menambahkan, baik Pemprov NTB dan Pemkot Mataram harus mulai melakukan identifikasi penyebab inflasi dan pemantauan harga menjelang Maulid Nabi Muhammad, yang akan dimulai Sabtu (8/10) mendatang. “Jadi, begitu ada pergerakan harga pasar yang tidak wajar, bisa tim terpadu antara Pemprov dan Pemkot langsung melibatkan polisi untuk mengecek para distributornya,” lugasnya memungkasi. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.