Komisi IV DPR RI Kagumi Desa Penglipuran, Puji Kebersihan Lingkungan dan Budaya

  • Whatsapp
KOMISI IV DPR RI mengunjungi Desa Penglipuran untuk belajar konservasi dan sumber daya alam hutan bambu, Rabu (8/12/2021). Foto: ist

BANGLI – Komisi IV DPR RI mengunjungi Desa Penglipuran untuk belajar konservasi dan sumber daya alam hutan bambu. Rombongan dipimpin Dedi Mulyadi itu diterima Staf Ahli Setda Bangli, I Wayan Sarma; perwakilan DPRD Bangli, dan kepala OPD yang membidangi di Balai Banjar Adat Penglipuran, Rabu (8/12/2021).

Dedi Mulyadi mengaku sangat mengagumi kebersihan lingkungan serta budaya Desa Penglipuran. Apalagi setelah mendapat penjelasan Bendesa Adat Penglipuran, I Wayan Budiarta, sekitar 40 persen dari luas Desa Penglipuran merupakan kawasan hutan bambu.

Bacaan Lainnya

Menurut kepercayaan setempat, hutan ini ditanam nenek moyang mereka. Selain merawat hutan warisan, pelestarian juga demi menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Sebab, hutan bambu itu juga berfungsi sebagai kawasan resapan air.

Ada 15 spesies bambu tumbuh di hutan bambu Desa Penglipuran, dan bambu dari hutan ini merupakan salah satu terbaik di Bali. Penggunaan bambu diutamakan untuk laba pura (memelihara bangunan pura), disusul untuk bangunan lain seperti rumah.

“Ini yang perlu kita tiru untuk di daerah lain. Untuk kebersihan, kita sarankan Kementerian Desa dalam penyaluran Dana Desa digunakan untuk biaya kebersihan lingkungan, jangan dibelikan masker yang sekali pakai. Kalau lingkungan bersih, otomatis berdampak kepada kesehatan masyarakat,” pesan Dedi Mulyadi.

Baca juga :  Lompatan Emas Made Eppi di Arena PON XX Papua

Lebih jauh diuraikan, dia sangat tertarik dengan hukum adat yang berlaku di Penglipuran. Misalnya hukuman moral untuk warga yang poligami dengan ditempatkan di satu tempat khusus, dan itu pun hanya sekali saja ada yang melanggar.

Ada juga kisah anak warga mencuri pot bunga di sekolah yang ada di lingkungan desa. Ketika dilaporkan oleh kepala sekolah ke desa adat, lalu diadakan paruman desa dan sumpah jika ada warga yang melakukan akan disanksi.

Gegara takut sanksi, orangtua pelaku mengakui anaknya mencuri, dan dikenakan sanksi adat. “Ini yang perlu kita tiru. Hanya lingkup kecil saja bisa taat aturan, bagaimana kita?” serunya.

Staf Ahli Setda Bangli, Wayan Sarma berharap kunjungan Komisi IV DPR RI ke Penglipuran itu dapat membawa manfaat untuk kemajuan Bangli. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.