Kinerja BPR Meningkat, Nasabah Tak Perlu Waswas

ILUSTRASI pelayanan BPR Lestari. Foto: istimewa
ILUSTRASI pelayanan BPR Lestari. Foto: istimewa

DENPASAR – Nyaris dua tahun dihajar pandemi Covid-19 dengan segala dampak ekonominya, Bank Perkreditan rakyat (BPR) terbukti mampu bertahan. Kepercayaan masyarakat yang cukup tinggi kepada BPR, tak hanya membuat bertahan, juga berkontribusi membantu meningkatkan kinerja BPR. Hal itu bisa ditelusuri dari data yang dilansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sabtu (15/1/2022).

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusra, Giri Subroto, dalam rilisnya, Sabtu (15/1/2022) di Denpasar menjelaskan, posisi pada November 2021 lalu, BPR di Bali menunjukkan perbaikan kinerja dibandingkan tahun sebelumnya. Yang penting dicatat, perbaikan terjadi meski masih tetap mencermati dampak pandemi Covid-19. Aset BPR se-Bali saat ini senilai Rp18,17 triliun, atau meningkat 4,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kredit dan DPK juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 2,05 persen year on year (yoy) dan 12,76 persen (yoy).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data tersebut, dia mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir keamanan dana yang disimpan di BPR. “Karena dana dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),” jelasnya Giri.

Secara kewenangan, sesuai dengan Undang Undang No.21 tahun 2011, OJK merupakan lembaga negara yang memiliki kewenangan mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan serta perlindungan konsumennya. Industri jasa keuangan yang diawasi OJK meliputi perbankan, industri keuangan non-bank, dan pasar modal.

Baca juga :  GTPP Denpasar Monitoring Penerapan Protokol Kesehatan dan Kenyamanan Berniaga

Mengenai adanya pemberitaan tentang pengaduan konsumen terhadap layanan serta produk lembaga keuangan, termasuk terhadap PT BPR Lestari, OJK Kantor Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara menindaklanjuti dengan memfasilitasi pertemuan antara nasabah dengan lembaga keuangan dimaksud. Selain itu, juga minta Pemegang Saham Pengendali (PSP) dan Pengurus BPR Lestari segera menyikapi pengaduan nasabah itu, dengan mengutamakan penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku. Jika belum mendapat kesepakatan, konsumen dapat menempuh upaya penyelesaian melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) atau melalui proses peradilan. Konsumen dapat melakukan pengaduan terhadap produk dan layanan seluruh industri jasa keuangan yang berada di bawah pengawasan OJK secara online melalui kontak157.ojk.go.id. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.