Kesulitan Diterpa Covid-19, Panti Asuhan Mesti Menjadi Perhatian Bersama

Pandemi Covid-19 yang belum ada tanda-tanda berakhir setelah menerjang dunia selama hampir dua tahun berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Salah satu yang sangat merasakan dampaknya adalah panti asuhan karena jumlah donasi menurun drastis sejak Covid-19.

Kondisi itu diutarakan Ketua Yayasan Panti Asuhan Destawan Desa Sawan, Ketut Sutrisna, saat ditemui di sela-sela aksi Dulang Mangap Peduli Sesama, Minggu (20/3/2022) sore. Sutrisna berkata, pihaknya berusaha semampunya agar 35 anak usia sekolah TK hingga SMA/SMK yang diasuh pantinya bisa mendapatkan makanan dan pakaian serta kebutuhan lain dengan layak.

Bacaan Lainnya

“Untuk biaya sekolah semua anak panti mendapatkan bantuan beasiswa dari pemerintah, namun untuk kebutuhan hidup lainnya mengandalkan uluran tangan dari donatur ataupun komunitas yang peduli,” jelas Ketut Sutrisna yang juga pengelola panti tersebut.

Untuk menyiasati kondisi ini, pihaknya harus betul-betul berhemat dan mengencangkan ikat pinggang agar bisa bertahan selama pandemi berlangsung. Pihaknya mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan Jaga Baya Peduli Sesama dan berharap agar kegiatan serupa dari organisasi dan perorangan lainnya akan dapat berlanjut.

Sementara itu, Ketua DPC Jagabaya Dulang Mangap Buleleng, Putu Pasek Agung Dibia Atmaja, SE., mengatakan, bahwa semasa pandemi para pengurus panti asuhan dan panti sosial swasta lainnya cukup kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. “Sebelum pandemi saja sudah cukup sulit apalagi ketika masyarakat dilanda pandemi, kondisi panti semakin kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok anak-anak panti,” jelasnya usai menyerahkan paket bantuan sembako dan perlengkapan mandi kepada anak-anak Panti Asuhan Destawan.

Baca juga :  PAN NTB Usung Caleg Perempuan Berkualitas, Tak Sekadar Penuhi Kuota 30 Persen

Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-5 Jaga Baya Dulang Mangap Bali. Dalam kesempatan tersebut Pasek Agung Dibia Atmaja menggugah semua pihak baik perorangan maupun kelompok untuk turut peduli dengan nasib panti asuhan dan panti sosial. “Sebagai wujud rasa kemanusiaan dan kebersamaan semestinya panti asuhan menjadi perhatian kita bersama,” jelas aktivis mahasiswa ini.

Meski memahami kondisi masyarakat yang sedang berat menghadapi pandemi Covid-19, namun dia mengajak semua pihak untuk mau peduli kepada sesama dan bergotong royong meringankan beban kelompok masyarakat yang kurang beruntung seperti anak-anak anggota panti ini. Karena jika dilakukan bersama-sama sekecil apapun bantuan yang diberikan akan menjadi sangat berarti bagi anak-anak yang menjadi asuhan panti. “Bantuan juga menjadi pemberi harapan dan menambah semangat bagi mereka yang kurang beruntung ini,” pungkasnya.

“Bakti Sosial ini juga sesuai dengan moto Jaga Baya Dulang Mangap yakni “wirang ring semeton” yang artinya berjuang peduli dan membela sesama,” jelas pria yang akrab disapa Gung Paul ini.

Dijelaskannya bahwa sesanti Jagabaya Dulang Mangap yaitu satya ring sesana dan wirang ring semeton yang artinya setia kepada tugas dan kewajiban serta peduli kepada sesama.

Serangkaian peringatan HUT ke-5 Jagabaya Dulang Mangap beberapa DPC Jagabaya Dulang Mangap se-Bali serentak melakukan kegiatan bakti sosial. “Di antaranya JDM Kabupaten Klungkung yang melakukan aksi bersih-bersih dan mereresik di seputar areal Pura Goa Lawah, DPC JDM Kabupaten Badung yang melakukan aksi mereresik di Pura Puncak Mangu Plaga, DPC JDM Kabupaten Tabanan yang mereresik di Pura Alas Kedaton dan DPC JDM Gianyar di Catur Lawa Ratu Pasek Besakih,” ujar penggemar vespa ini.
Bahkan PAC JDM Nusa Rantau juga melakukan bakti sosial ke Yayasan Sayangi Bali. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.