Kesiapan Mindset Guru Jadi Tantangan Penerapan Kurikulum Merdeka

KADISDIKPORA Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, membuka workshop “Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila” di SMPN 6 Denpasar, Kamis (31/3/2022). Foto: tra

DENPASAR – Penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah yang diluncurkan pada 2022 tak lepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah kesiapan mindset para pendidik. Tantangan tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag.

‘’Mindset guru dan kepala sekolah harus berubah. Seperti film serial anak-anak “Satria Baja Hitam”, mindset guru dan seluruh stakeholder sekolah harus berani berubah dan keluar dari zona nyaman,’’ tegas Wiratama saat membuka workshop “Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila” di SMPN 6 Denpasar, Kamis (31/3/2022).

Bacaan Lainnya

Wiratama menjelaskan, pada Kurikulum Merdeka, fungsi guru juga sudah berubah. Dari yang semula mengajar dengan pendekatan yang diseragamkan atau satu ukuran untuk semua (one size fits all), menjadi seseorang yang mampu menciptakan siswa sebagai pembelajar mandiri sepanjang hayat.

Dalam hal ini, guru harus menjadi mentor, fasilitator, atau coach dalam kegiatan belajar yang berbasis proyek (project based learning) secara aktif menciptakan produk atau jasa sesuai minat dan bakatnya masing-masing. Dalam pembuatan proyek, kata Wiratama, bisa yang ringan-ringan yang ada di sekitar lingkungan. Terlebih dari proyek tersebut bisa menghasilkan profit. Inilah yang diharapkan dalam Kurikulum Merdeka, dimana menyiapkan soft skill siswa.

Baca juga :  Kasus Positif Corona di Tuban Meningkat

Kepala SMPN 6 Denpasar, Dra. Ni Nyoman Suci, M.Pd., mengatakan, SMPN 6 Denpasar telah mendapatkan rekomendasi pada tahun ini (Juli 2022) menerapkan Kurikulum Merdeka dengan melakukan pengembangan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan kelas 7. Berkaitan dengan hal tersebut, para guru dan tenaga pendidik dikumpulkan mengikuti workshopuntuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang Kurikulum Merdeka dan platformMerdeka Mengajar.

Ia menyadari bahwa perubahan di era digital tak dapat dibendung, termasuk di bidang pendidikan. Sebagai insan yang bergerak di bidang pendidikan tak boleh antiperubahan karena perubahanlah yang paling kekal dan akan ketinggalan kalau tidak mengikuti perubahan itu.

Ketua Panitia Workshop, Ni Made Arnasih, S.Pd., menambahkan, agenda workshop diselenggarakan dari 31 Maret s.d 3 April 2022 melibatkan 57 guru dan tenaga kependidikan di SMPN 6 Denpasar.

Agenda workshop menghadirkan narasumber Dr. I Wayan Surata, M.Pd., dari LPMP membawakan materi “Pengembangan Perangkat Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka”; Dra. Ni Nyoman Kartiniasih, M.Pd., dari unsur pengawas sekolah membawakan materi “Kebijakan dan Sosialisasi Persiapan Penerapan Kurikulum Merdeka dan Persiapan Satuan Pendidikan Menghadapi Kurikulum Merdeka”.

Narasumber lain yakni para guru penggerak di antaranya, Titik Farniati, S.Pd., membawakan materi “Modul Pembelajaran Kurikulum Merdeka”; Andromeda Ken Prabu Hening, S.Pd.,M.Pd., membawakan meteri “Merdeka belajar”; dan I Ketut Putra, S.Pd., menyampaikan materi “Pembelajaran Interkatif Menggunakan Quiziz”. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.