POSMERDEKA.COM, BANGLI – Rentetan bencana alam akibat guyuran hujan pada pekan lalu juga terjadi di Bangli. Sesuai laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Bangli, empat kecamatan di Kabupaten Bangli hampir merata terjadi bencana. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp290 juta. Demikian disampaikan Kalaksa BPBD-Damkar Bangli, I Wayan Wardana, Minggu (14/9/2025).
Wardana menyebutkan, mayoritas kejadian berupa tebing dan tembok rumah ambruk lantaran diterjang banjir, longsor dan pohon tumbang. “Syukur dari semua kejadian itu nihil korban jiwa maupun luka,” katanya.
Dia menguraikan, untuk kerusakan ruas jalan belum bisa diperkirakan karena hitungan teknisnya ada Dinas PU. Untuk upaya penanganan, sejauh ini selesai dilakukan dengan bekerja sama dengan jajaran TNI/Polri dan masyarakat.
Dari jumlah kerugian tersebut, dia berkata paling banyak dialami Banjar Dinas Guliang Kawan, Desa Bunutin dengan nilai Rp200 juta. Jenis bencana yang terjadi berupa dinding penahan tanah (DPT) ruas jalan desa menuju Pura Puseh Guliang Kawan, ambrol sepanjang 2 meter dengan ketinggian 10 meter. Untuk sementara jalan rabat beton menuju ke Pura Puseh dan ke beberapa permukiman warga, oleh pihak desa, ditutup agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Bencana yang menimpa warga di Banjar Dinas Klatkat, Desa Suter, Kintamani nilai kerugiannya mencapai Rp80 juta. Akibat diguyur hujan dan angin kencang, tembok rumah warga setempat, yang sedang dalam proses pengerjaan, ambruk.
Kemudian kerugian Rp10 juta atas hancurnya sebuah palinggih Bedugul di Pura Tengaling, Banjar Dinas Guliang Kangin, Desa Tamanbali. “Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada di tengah cuaca ekstrem ini,” pintanya. gia























