Kepada Jokowi, Koster Mohon Pariwisata Mancanegara Dibuka Akhir Juli

  • Whatsapp
PRESIDEN Jokowi dan Gubernur Koster seusai mengikuti rapat terbatas membahas pemulihan pariwisata Bali di Istana Merdeka, Senin (7/6/2021). Foto: ist
PRESIDEN Jokowi (kanan) dan Gubernur Koster seusai mengikuti rapat terbatas membahas pemulihan pariwisata Bali di Istana Merdeka, Senin (7/6/2021). Foto: ist

DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, diundang khusus Presiden RI, Ir. Joko Widodo untuk mengikuti rapat terbatas membahas pemulihan pariwisata Bali di Istana Merdeka, pada 7 Juni 2021. Dalam rapat itu, presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Menteri Pariwisata, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan.

Tercatat beberapa topik yang dibahas dalam rapat itu. Yakni pencapaian vaksinasi di Bali, pengetatan protokol kesehatan Covid-19, mendorong kunjungan wisatawan domestik ke Bali, persiapan pembukaan koridor wisatawan mancanegara dengan protokol kesehatan secara ketat, dan menyeimbangkan perekonomian Bali dengan ekonomi kreatif, ekonomi digital serta peningkatan ekspor, sehingga tidak terlalu bergantung dari pariwisata.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Gubernur Bali melaporkan pencapaian program vaksinasi. Bali telah menerima sekitar 3 juta dosis vaksin (50%) dari jumlah kebutuhan vaksin melalui Menteri Kesehatan. Program vaksinasi massal dilaksanakan bersinergi dengan bupati/wali kota se-Bali dan didukung Polda Bali, Kodam IX/Udayana, perguruan tinggi, fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta, hotel, dan fasilitas umum lainnya. 

‘’Sampai tanggal 6 Juni 2021, vaksinasi tahap pertama (suntikan ke-1) sudah mencapai lebih dari 1,4 Juta orang (47%) dan vaksinasi tahap kedua (suntikan ke-2) telah mencapai lebih dari 659 ribu orang (22%). Bali memerlukan 6 juta dosis vaksin untuk vaksinasi 3 juta penduduk (70%) dari jumlah penduduk Bali guna mencapai kekebalan komunitas (herd immunity),’’ kata Koster dalam keterangan pers yang disampaikan di Denpasar, Kamis (10/6/2021).

Baca juga :  Liga Indonesia Libur, Pelatih Kalteng Putra Bantu Istri Jualan Kue

Gubernur Koster mengungkapkan, dampak vaksinasi sudah mulai terlihat dari menurunnya kasus baru Covid-19, rata-rata kurang dari 50 kasus baru per hari yang semakin menurun, tingkat kesembuhan semakin meningkat mencapai angka lebih dari 95% (di atas rata-rata nasional, 91%), tingkat kematian mencapai 3,71% cendrung menurun (namun masih di atas rata-rata nasional 2,78%), yaitu kurang dari 5 orang per hari, dan jumlah kasus aktif  mencapai kurang dari 1% yang terus menurun (di bawah rata-rata nasional 5,24%), yaitu 473 orang (227 orang dirawat di rumah sakit dan 246 orang di isolasi/karantina). 

‘’Bali masih memerlukan tambahan 3 juta dosis vaksin (total kebutuhan 6 juta dosis vaksin) guna menuntaskan target vaksinasi untuk 3 juta penduduk’’” imbuhnya.

Gubernur Koster juga membeberkan bahwa Covid-19 telah berdampak sangat serius terhadap pariwisata dan perekonomian Bali. Pertumbuhan perekonomian Bali mengalami kontraksi sangat dalam yaitu pada tahun 2020 mengalami kontraksi 9,3% (negatif), dan pada triwulan pertama tahun 2021 mengalami kontraksi 9,8% (negatif). ‘’Kondisi ini harus cepat diatasi dengan kebijakan khusus yang bersifat spasial untuk Bali, agar pariwisata dan perekonomian Bali tidak semakin terpuruk,’’ ujarnya.

Dalam rapat terbatas tersebut, Gubernur Koster menyampaikan permohonan dan aspirasi berbagai pihak, termasuk pelaku pariwisata Bali. Yaitu, memohon tambahan vaksin sebanyak 3 juta dosis agar vaksinasi di Bali bisa selesai tuntas Juli 2021. Selanjutnya, mendorong kunjungan wisatawan domestik ke Bali dengan memberi insentif khusus. 

Baca juga :  Lonjakan Kasus Covid-19 Dampak Abaikan Protokol Kesehatan

Kemudian meningkatkan program Work From Bali (WFB) menjangkau semua kementerian/lembaga. Berikutnya, meningkatkan pertemuan-pertemuan nasional dan dunia di Bali. Mengusulkan agar wisatawan mancanegara bisa dibuka secara terbatas pada akhir Juli 2021. Melanjutkan program hibah pariwisata untuk pelaku usaha pariwisata dan pendukung pariwisata serta untuk membantu pendapatan pemerintah kabupaten/kota, karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang turun drastis. 

Perpanjangan jangka waktu membayar cicilan pinjaman bagi pelaku usaha pariwisata melalui perubahan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, menyesuaikan dengan pulihnya pariwisata/ekonomi Bali. Mengusulkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) padat karya. Mengusulkan pinjaman lunak bagi pelaku usaha dan pendukung usaha pariwisata Bali. Dan terakhir, memohon Presiden RI berkenan membuka secara resmi acara Pesta Kesenian Bali ke-43, pada 12 Juni 2021, secara virtual.

Menyikapi usulan tersebut, setelah berdiskusi dengan mendengarkan dukungan, pendapat, dan masukan dari Menteri Pariwisata, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia dan Ketua OJK, Presiden Jokowi secara prinsip menyetujui permohonan dan usulan Gubernur Bali. Presiden menugaskan para menteri dan pejabat terkait agar menindak lanjuti sehingga keputusan rapat terbatas dapat dilaksanakan secara efektif. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.