Kelurahan Sumerta Data Penduduk Nonpermanen, Baru Datang dari Kampung Diisolasi 14 Hari

  • Whatsapp
SATGAS Gotong Royong Kelurahan Sumerta bersama Satgas Lingkungan/Banjar melaksanakan kegiatan pengendalian mobilitas dan penertiban administrasi penduduk nonpermanen secara berkala dan berkelanjutan. Foto: ist
SATGAS Gotong Royong Kelurahan Sumerta bersama Satgas Lingkungan/Banjar melaksanakan kegiatan pengendalian mobilitas dan penertiban administrasi penduduk nonpermanen secara berkala dan berkelanjutan. Foto: ist

DENPASAR – Dalam upaya percepatan penanganan Covid-19, mengingat terjadinya peningkatan kasus transmisi lokal, sehingga Satgas Gotong Royong Kelurahan Sumerta bersama Satgas Lingkungan/Banjar melaksanakan kegiatan pengendalian mobilitas dan penertiban administrasi penduduk non permanen secara berkala dan berkelanjutan.

Lurah Sumerta, I Wayan Eka Apriana, Minggu (21/6) mengatakan, bahwa pihaknya yang terdiri dari Pemerintah Kelurahan, Polmas dan Babinsa, bersinergi dengan Satgas Lingkungan yang terdiri dari kaling, kelian adat dan pecalang menggelar sosialisasi protokol kesehatan dan pendataan penduduk nonpermanen. Adapun yang menjadi sasaran yakni wilayah lingkungan Banjar Ketapian Kaja dan secara bertahap menyasar daerah seputaran wilayah tersebut.

“Tentu saja dalam kegiatan ini kami melibatkan seluruh pemangku kepentingan desa adat dan dinas ke lapangan terkait sosialisasi  dan kegiatan  pendataan penduduk nonpermanen sekaligus sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha di sekitar wilayah kami tentang bagaimana menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Bagaimana agar para pedagang  memakai masker, penyanitasi tangan, penyemprotkan disinfektan dan menerapkan psychal distancing (menjaga jarak),” ungkapnya.

Baca juga :  Sayur dan Minuman Tradisional Laris Manis di Pasar Gotong Royong Krama Bali PDIP Denpasar

Lebih lanjut dikatakannya, sementara dari hasil pendataan penduduk nonpermanen, menyasar penduduk yang baru datang dari luar daerah. Adapun penduduk non permanen yang terjaring saat kegiatan tersebut yakni sebanyak 74 orang yang terdiri atas laki-laki sebanyak 59 orang dan perempuan sebanyak 15 orang.

Dari data warga yg terjaring tersebut diatas terdapat 5 orang yang baru tiba (arus balik/pascapulang kampung) yang terdiri dari laki-laki sebanyak 3 orang dan perempuan sebanyak 2 orang, namun mereka sudah dilengkapi dengan persyaratan administrasi sebagai pelaku perjalanan dalam negeri yang salah satunya menunjukkan hasil tes cepat negatif dan bersedia melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari di tempat tinggal sementaranya sekarang.

Baca juga :  Potensi Kerawanan Pelanggaran Pilkada, Ini Kata Bawaslu Bali

‘’Hasilnya tidak ditemukan kejanggalan dan masyarakat sudah mulai paham tentang protokol kesehatan, namun sebagai langkah antisipasi tetap diarahkan untuk melakukan dan menerapkan protokol kesehatan,’’ terangnya.

Selain itu, pihaknya mengaku terus melalukan sosialisasi dan pengawasan secara berkelanjutan demi menjaga kenyamanan masyarakat serta mempercepat memutus rantai penyebaran Covid-19. ‘’Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, selain sosialisasi protokol kesehatan dan pendataan penduduk non permanen,  pihak kami juga telah rutin menggelar sidak masker dan penyemprotan disinfektan,’’ tutupnya. tra/rls

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.