Kelurahan Pedungan Perketat Pemakaian Masker

  • Whatsapp
SATGAS Covid-19 Kelurahan Pedungan memperketat pemakaian masker di wilayahnya, Minggu (3/5). Foto: ist
SATGAS Covid-19 Kelurahan Pedungan memperketat pemakaian masker di wilayahnya, Minggu (3/5). Foto: ist

DENPASAR – Masyarakat yang hendak memasuki wilayah Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan tidak bisa lagi bebas seperti biasanya. Kelurahan Pedungan kini memberlakukan wajib memakai masker bagi seluruh masyarakat tanpa kecuali.

Lurah Pedungan, Anak Agung Gede Oka, Minggu (3/5/2020), mengatakan, masyarakat yang ingin masuk wilayah Pedungan diwajibkan memakai masker. Kebijakan ini untuk memutus mata rantai virus Corona (Covid-19). Pemberlakuan wajib memakai masker ini diawali dengan pemasangan baliho, spanduk dan banner wajib masker di beberapa  titik  di wilayah Kelurahan Pedungan. Dilanjutkan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya mulai Sabtu (2/5/2020), Kelurahan Pedungan bersama Satgas Covid-19  mulai melakukan tindakan tegas atau razia bagi warga yang tidak memakai masker yang ingin masuk wilayah Kelurahan Pedungan. Bagi yang tidak memakai masker tidak diperbolehkan masuk wilayah Pedungan. “Sebagai tindak lanjut, kami tempatkan petugas Satgas di sepuluh titik pintu masuk Kelurahan Pedungan, bahkan di akses-akses jalan kecil telah kami jaga dengan ketat,” kata Anak Agung Gede Oka.

Selain pemasangan spanduk dan banner wajib masker, Lurah Pedungan mengaku pihaknya juga telah melakukan pembagian masker, penyemprotan disinfektan, pembagian pembersih tangan, imbauan untuk menjaga jarak, dan imbauan mematuhi protokol kesehatan yang diberikan pemerintah.

Baca juga :  KBRI Tokyo: Tidak Ada Korban WNI Akibat Gempa Jepang

Dengan langkah itu, menurut Agung Oka, pada hari kedua tindakan tegas atau razia masker ini ada penurunan pelanggaran dibandingkan hari pertama. Penjagaan hari pertama di satu titik pelanggaran mencapai 50 orang tidak menggunakan masker, sedangkan penjagaan hari kedua di satu titik penjagaan yang melanggar hanya 10 hingga 20 orang. Dengan terus dijaga, diharapkan semua masyarakat sadar untuk menggunakan masker setiap hari untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Tidak hanya itu, untuk memutus mata rantai Covid-19, Lurah Pedungan bersama Satgas terus melakukan patroli agar pedagang menutup operasionalnya sesuai peraturan yang telah ditentukan yakni pukul 21.00 Wita. Bagi para pekerja migran yang telah kembali ke keluarganya setelah melakukan karantina, tetap dijaga oleh kepala lingkungan dan desa adat agar tetap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari untuk memastikan kesehatan yang bersangkutan. 026

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.