Kelompok Tani Hortikultura Poco Leok Binaan PLN Raup Keuntungan Jutaan Rupiah

PARA petani di wilayah Poco Leok, Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT, tengah melakukan panen sayuran. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Program hortikultura melalui Desa Berdaya yang dirintis oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) untuk para petani di wilayah Poco Leok, Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT, telah menjadi sumber pendapatan utama bagi para anggota kelompok tani yang tergabung.

Dari sepuluh kelompok tani binaan PT PLN (Persero), enam di antaranya sudah menuai hasil lewat panen perdananya. Tak tanggung-tanggung, hasil panen hortikultura ini diborong para pengepul sayur dan meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. PT PLN (Persero) juga turut serta memasarkan hasil panen sayuran hortikultura para kelompok tani ke sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Manggarai.

Read More

Hasil tersebut diperoleh dari 4 jenis varietas sayur yang sudah mulai dipanen, yakni 4.000 pohon sawi, 1.500 pohon pakcoy, 450 pohon bunga kol, dan 1.200 pohon fanbox. Untuk jenis tanaman lain seperti cabai, tomat, terong, timun, seledri, labu suprema, buncis, wortel serta lainnya diperkirakan akan dipanen tiga minggu mendatang.

‘’Banyak sekali kemudahan selama ini, awalnya para petani cemas akan dijual ke mana semua sayur-sayur ini, puji Tuhan para pembeli memuji kualitas sayur binaan PLN,’’ kata Nova, pendamping kelompok tani hortikultura dalam siaran tertulisnya diterima di Mataram, Selasa (7/11/2023).

Kini, lahan hortikultura kelompok tani binaan PT PLN (Persero) itu memiliki nilai ekonomis tinggi dan secara nyata telah memperkuat basis ketahanan pangan untuk mendukung wilayah Poco Leok sebagai kawasan penyangga untuk Manggarai Raya.

Melihat kebutuhan pasar yang semakin meningkat serta prospek dan keuntungan dari penjualan sayuran hortikultura yang menggiurkan, tak sedikit kelompok tani lainnya membuka lahan hortikultura baru secara mandiri.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ca Nai Cako, Hendrik Epol, mengatakan, selama tiga bulan terakhir, para kelompok tani sudah menggelar enam kali panen dengan keuntungan jutaan rupiah.

Dari hasil panen itu, Hendrik bersama anggota kelompoknya telah membuka lahan baru untuk pengembangan hortikultura. ‘’Luar biasa dan saya harus menyampaikan terima kasih kepada PLN,’’ ucap Hendrik Epol.

Program hortikultura yang digagas PT PLN (Persero) UIP Nusra ini berhasil menyulap lahan tidur seluas 3,6 hektare menjadi sektor pertanian produktif yang ditumbuhi beraneka tanaman hortikultura. Hal tersebut tak lepas dari kerja keras yang dilakoni oleh 167 orang warga binaan PT PLN (Persero) UIP Nusra yang tergabung dalam sepuluh kelompok tani.

Bersama sepuluh kelompok tani ini, PT PLN (Persero) secara konsisten mengubah lahan semak belukar menjadi lahan hijau dan asri yang saat ini dikenal sebagai kawasan pertanian terpadu.

‘’Program Desa Berdaya ini menjadi bentuk kontribusi PLN dalam meningkatkan indeks SDM dan perekonomian masyarakat di wilayah sekitar pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 di Poco Leok,’’ ujar General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Abdul Nahwan.

PT PLN (Persero) memberikan pendampingan pertanian hortikultura kepada para kelompok tani mulai dari pembersihan lahan, pembuatan bedeng, semai benih, hingga pemasaran hasil panen. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.