POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Setelah menuntaskan tiga cabang olahraga (cabor) yakni Cricket, Kabaddi, dan Bridge yang berlangsung sukses, kini cabor catur rangkaian event KONI Badung Sport Tourism (KBST) 2024 dimulai, Sabtu (29/6/2024) pagi, di Aula Widya Padma Politeknik Negeri Bali, Jimbaran, Badung.
Event dua hari hingga Minggu (30/6/2024) melibatkan 464 pecatur dari 7 negara. Ketujuh negara yang berpartisipasi dalam event garan KONI Badung itu yakni Belgia, Inggris, Australia, Rusia, Serbia, Polandia, Belarusia dan tuan rumah Indonesia.
Wakil Ketua KONI Badung Ketut Widia Astika yang membuka pertandingan catur tersebut memberi apresiasi kepada Pengkab Percasi Badung berhasil mendatangkan peserta dari luar negeri. ”Ini sesuai dengan salah satu tujuan KBST yakni ikut mendukung pemerintah dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan melalui olahraga ke Badung,” ucapnya.
Tujuan lainnya, sudah pasti meningkatkan prestasi para atlet catur Badung, yang nantinya dipersiapkan menghadapi Porprov Bali 2025. ”Pada Porprov edisi 2022, catur Badung kehilangan gelar juara umum. Kami berharap catur Badung bangkit dan kembali menjadi juara umum pada Porprov Bali 2025,” harap Widia Astika.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Kabupaten Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengkab Percasi) Badung, I Wayan Tirta mengatakan, pihaknya memang membatasi jumlah peserta dalam KBST 2024 ini, karena alasan tempat pertandingan. Karena itu, panitia penutup pendaftaran lebih cepat.
”Aula Politeknik Negeri Bali hanya bisa nampung sekitar 500 orang (464 altet plus wasit/juri dan panitia). Andai ada aula atau GOR yang lebih besar, kami jamin bisa mendatangkan sekitar seribu pecatur,” kata Tirta.
Solusinya kan bisa memakai 2 tempat atau dua GOR sekaligus? ”Memang bisa, tetapi biayanya sangat tinggi karena sudah pasti membutuhkan tenaga wasit dan juri yang lebih banyak. Masalah ini (jumlah peserta) menjadi pemikiran kami ke depannya,” paparnya.
Berbicara prestasi, Tirta yang belum ada setahun mengampu jabatan Ketua Umum Percasi Badung, terobsesi mencetak master-master nasional untuk berkiprah dalam ajang Porprov Bali maupun ajang nasional seperti kejurnas dan PON. ”Mudah-mudahan dengan program seperti KBST ini, kami bisa mencetak pecatur pecatur Badung bergelar master nasional (MN) bahkan master internasional (MI),” ucapnya penuh harap.
Ketua Panitia Pelaksana, Ronal Simanjuntak, merasa sangat bangga atas antusiasme peserta, karena banyak grand master dan master international yang ikut berpartisipasi disamping juga master nasional dan master percasi.
Ia menjelaskan, selain 7 negara juga hadir perwakilan beberapa provinsi di tanah air seperti Riau, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, DKI Jakarta, NTB, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Turnamen ini, sebutnya, mempertandingkan 6 kategori yakni U12, U16, U19, Mahasiswa, Veteran, dan Umum dengan memperebutkan total hadiah Rp110 juta. Pertandingan secara merathon ini menggunakan sistem swiss 9 babak, dimana pada hari pertama memainkan 5 babak, sedangkan di hari kedua memainkan 4 babak. yes
























