Kasak-Kusuk Dunia Politik di Badung, Parwata Tancap Gas, Adi Arnawa Kalem, Made Sutama Bergerilya

ILUSTRASI. Foto: net
ILUSTRASI. Foto: net

MANGUPURA – Di balik melandainya wabah Covid-19 di Badung, dunia politik rupanya tetap menghangat menghadap suksesi Bupati tahun 2024 mendatang. Banyak kalangan di tataran bawah memperbincangkannya di posko dan warung, siapa pemimpin Badung ke depan, pasca-Bupati Nyoman Giri Prasta yang sudah dua kali masa jabatan memimpin Badung.

Kalangan pengurus ranting PDI Perjuangan di desa-desa mengatakan, belakangan mereka rajin mendapat kunjungan Sekretaris PDI Perjuangan Badung, Putu Parwata. Dengan membawa jargon PAS (Parwata Pas untuk Badung?), Ketua DPRD itu tancap gas membawa bantuan beras untuk kalangan di desa.

Bacaan Lainnya

Ia konon mempersiapkan diri untuk menjadi calon Bupati Badung. Bahkan muncul rumor, ia ingin menggaet calon wakil dari Partai Golkar, sehingga dapat menjadi pasangan tunggal tanpa lawan di tahun 2014.

Selain Parwata, Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, Adi Arnawa, juga menyatakan berminat menjadi Badung 1. Namun ketika ditanya bagaimana persiapannya, Adi Arnawa mengatakan, ia ingin lebih dahulu menyelesaikan tugas-tugasnya membantu Bupati Nyoman Giri Prasta. Sebagai Sekda, selama Covid 19, Adi Arnawa banyak turun mewakili Bupati Giri atau selalu mendampingi Bupati bertemu masyarakat.

Sekda asal Kuta Selatan itu, juga banyak melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai unsur, saat melakukan audiensi ke Pemkab Badung.

Tokoh masyarakat Petang, Wayan Tirta, SE., melihat Adi Arnawa merupakan salah satu tokoh Badung yang punya potensi menjadi Badung 1, melihat track record yang bersangkutan seperti mapan sebagai administrator, paham dengan politik dan memiliki finansial yang memadai.

Kini tinggal mencari partai politik, yang berhak akan mencalonkan seorang bupati. Bahkan Tirta juga menjagokan salah satu tokoh Mengwi seperti Nyoman Satria sebagai bakal calon wakil bupati, jika Adi Arnawa lolos sebagai bakal calon Bupati Badung. Satria dikenal mendapat suara terbanyak dalam pilkada 2019 di daerahnya.

Sebagaimana diketahui Wayan Tirta sebagai orang swasta dikenal sebagai tokoh relawan di Badung, yang selama ini berhasil meloloskan pemimpin.

Tokoh lain dari Kuta Selatan yang kini juga disebut-sebut akan berjuang di Pilkada Badung adalah Made Sutama, kini Kepala Bapenda Badung. Sebagai Sedahan Agung, tokoh ini juga bergerilya ke subak-subak di daerahnya untuk memperkenalkan diri. Sutama kalem saja ketika ditanya bagaimana persiapannya menghadapi Pilkada tahun 2024.

“Intinya saya berjuang dulu, semoga mendapat dukungan masyarakat dan ridho Hyang Widi Wasa,” kata Sutama yang juga dikenal sebagai Sekretaris KONI Badung.

Sutama juga dikenal memiliki finansial yang kuat, sebab untuk menjadi pemimpin di zaman sekarang harus memiliki kekuatan massa, kekuatan politik, kekuatan bidang sosial-budaya-agama, dan kekuatan finansial.

Seorang aktivis partai dari Sobangan, Pak Krisna mengatakan, kalau PDI Perjuangan ingin masih menguasai Badung, Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai penentu di Pusat jangan sampai salah pilih. Kalau sampai salah pilih, maka Badung kembali akan dikuasai kekuatan lain di luar PDI Perjuangan.

Ia mengatakan, Pilkada Badung nanti akan lebih terbuka, karena Giri Prasta tidak boleh mencalonkan diri lagi. “Banyak tokoh berminat ingin menjadi manggala gumi Badung,” kata Kris, yang rakyat biasa tetapi aktif mengikuti perkembangan politik tataran bawah. nar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses