Karena Ini, Krama Dajan Tenten Demo ke PN Tabanan

PULUHAN warga Banjar Dajan Tenten, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, melakukan aksi demo ke PN Tabanan, Selasa (5/4/2022). Foto: gap

TABANAN – Sekitar 70 warga Banjar Dajan Tenten, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, melakukan aksi demo ke Pengadilan Negeri (PN) Tabanan, Selasa (5/4/2022). Mereka menolak klaim atas tanah sekitar 4,65 are di Banjar Dajan Tenten oleh pihak lain, yang dikatakan bahwa sesungguhnya lahan itu adalah milik Desa Adat Banjar Anyar.

Didampingi Bendesa Adat Banjar Anyar, I Made Raka, mereka berorasi sambil membentangkan spanduk dan sejumlah poster. Di antaranya bertuliskan “Kembalikan Tanah Leluhur Kami”, Negara harus Hadir Mengayomi Masyarakat”, “Ungkap Kapitalisme Berkedok Pertumbuhan Ekonomi”, dan lain-lain.

Bacaan Lainnya

Kata Raka, demo dilakukan secara spontan, reaksi atas rencara pelaksanaan sidang terkait eksekusi lahan milik Desa Adat Banjar Anyar oleh salah satu BPR, yang telah dijual melalui lelang. Terlebih juga sudah ada pensertifikatan atas tanah dimaksud.

“Kami merasa kecolongan data atas lahan yang disertifikatkan atas nama pribadi. Tanah sengketa sekarang telah putung, tidak ada yang menempati. Desa adat memanfatkan lokasi itu untuk pos pecalang, sambil menunggu hasil di pengadilan. Yang penting karang ayahan desa kembali dulu, dan kami sudah gugat ke BPN,” ujar Raka, yang juga didampingi Kuasa Hukum I Wayan Adi Aryanta, S.E., S.H., M.H.

Baca juga :  Polisi Telusuri Video Perkelahian 2 Gadis ABG di Buleleng

Awalnya, pihak desa adat mengetahui jika lahan dimaksud akan dilelang, sehingga sertifikat 2006 diamankan, dengan lahan berisi bangunan yang ditempati oleh seseorang yang sesungguhnya tidak ikut memiliki sebagai ahli waris dari almarhumah Nengah Sulastri.

Raka pun membeberkan bahwa dirinya sudah dipanggil oleh kepala PN Tabanan. Ada dua pilihan yang ditawarkan, yaitu eksekusi paksa atau eksekusi sukarela. “Warga akhirnya mengambil sekap untuk mempertahankan karang ayahan desa tersebut,” ujarnya.

Sementara Kuasa Hukum Desa Adat Banjar Anyar, Adi Aryanta, mengatakan bahwa kelihan adat dan Jero Bendesa Adat Banjar Anyar mengajukan gugatan ke PN Tabanan, karena tanah ayahan desa disertifikatkan menjadi tanah milik pribadi.

Lahan tersebut kemudian dijadikan jaminan kredit, dan dipasangi hak tanggungan, sehingga disita dan segera eksekusi oleh PN. “Setelah ditelusuri, ada banyak kejanggalan. Sebab, mengapa tanah adat kok bisa jadi tanah pribadi,” ujarnya.

Begitu juga dalam proses pencairan kredit dan jaminan kredit, lanjutnya, ditemukan identitas palsu berupa KTP palsu, dengan NIK palsu. “Kami juga akan tuntut agar perjanjian kredit itu dibatalkan demi hukum. Ada banyak hal yang harus diluruskan dalam masalah ini,” tegasnya.

Ditegaskan pula bahwa desa adat adalah azas komonal yang sangat kental sekali, karena masyarakat menganggap ini adalah masalah bersama.

“Untuk itulah banyak warga yang datang ke PN. Mereka melakukan secara spontanitas, guna memberikan dukungan moral kepada jro bendesa yang sedang berjuang atas tanah adat yang diklaim milik pribadi itu,” jelasnya.

Baca juga :  Cok Ace Minta Jaga Kondusivitas Pilkada, Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih

Selama aksi demo berjalan lancar, dan dikawal ketat aparat Polres Tabanan dan Polsek Tabanan. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.